Selasa, 2 Juni 2026

Doa dan Amalan

Niat Puasa Ayyamul Bidh Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Arti serta Doanya

Puasa sunnah Ayyamul Bidh dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah, selain dari hari-hari tasyrik.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
Tribunnews
PUASA AYYAMUL BIDH - Puasa sunnah Ayyamul Bidh dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah, selain dari hari-hari tasyrik. 

BANGKAPOS.COM - Puasa sunnah Ayyamul Bidh dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah, selain dari hari-hari tasyrik.

Secara harfiah, Ayyamul Bidh berarti "hari-hari putih", mengacu pada waktu di mana bulan bersinar paling terang.

Menurut kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, di bulan Oktober 2025, puasa Ayyamul Bidh akan dilaksanakan pada awal bulan yaitu Minggu, 5 Oktober 2025 yang bertepatan dengan tanggal 13 Rabiul Akhir 1447 H. Senin, 6 Oktober 2025 yang bertepatan dengan tanggal 14 Rabiul Akhir 1447 H.

Seperti ibadah lainnya, berniat untuk melakukan amalan tersebut adalah salah satu hal yang penting dalam agama Islam.

Baca juga: Doa Tahiyat Akhir Tulisan Arab, Latin dan Artinya Lengkap Sampai Salam

Sebagaimana hadis menyebutkan, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta’ala."

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Berikut adalah keutamaan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh:

1. Seperti Berpuasa Sepanjang Tahun

Umat Islam yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan seperti berpuasa sepanjang tahun.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Dzar RA:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا [الأنعام: 160]. اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ (رَوَاهُ ابْن ماجة وَالتِّرْمِذِيّ. وَقَالَ: حسن .وَصَححهُ ابْن حبَان من حَدِيث أبي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْه)

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, sungguh Nabi saw bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun."

"Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: 'Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya' [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari." (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi)

Baca juga: Doa untuk Orang yang akan Bepergian Tulisan Arab dan Arti Lengkap Jawabannya

2. Memenuhi Ajaran Rasulullah SAW

 

Hadits lainnya yang menjelaskan keutamaan puasa ini terdapat dalam wasiat Rasulullah SAW kepada sahabat Abu Hurairah RA. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved