Rabu, 15 April 2026

Doa Pengusir Jin yang Diajarkan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW

Gangguan jin dan setan dijelaskan dalam Islam. Ini doa dan ayat Al-Qur’an sebagai perlindungan diri diajarkan Nabi untuk menjaga rumah dan keluarga

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tribun Kaltim
Doa Pengusir Jin yang Diajarkan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena gangguan jin dan setan masih sering dialami masyarakat.
  • Islam menjelaskan keberadaannya dan mengajarkan doa serta ayat-ayat perlindungan untuk menjaga diri, termasuk doa yang diajarkan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dan Ayat Kursi sebagai tameng terkuat.

 

BANGKAPOS.COM--Fenomena gangguan makhluk gaib seperti jin dan setan masih sering menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Mulai dari rasa tidak nyaman di rumah, mimpi buruk, hingga tekanan batin, banyak orang mengaitkannya dengan keberadaan makhluk halus.

Dalam ajaran Islam, keberadaan jin dan setan memang dijelaskan secara jelas, baik dalam Al-Qur’an maupun hadis. Bahkan, Nabi Muhammad SAW turut mengajarkan sejumlah doa untuk berlindung dari gangguan mereka.

Ajaran Islam Jelaskan Keberadaan Makhluk Gaib
Dalam literatur keislaman, jin disebut sebagai makhluk yang diciptakan sebelum manusia dan memiliki kemampuan untuk hidup berdampingan, meski tidak terlihat. Sebagian dari mereka bersifat baik, sementara sebagian lainnya dapat menimbulkan gangguan.

Setan sendiri dijelaskan sebagai golongan jin yang membangkang dan berupaya menyesatkan manusia.

Gangguan jin disebut bisa terjadi di mana saja, termasuk di rumah. Karena itu, umat Islam dianjurkan mengamalkan doa-doa perlindungan.

Doa yang Diajarkan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW

Salah satu doa yang dikenal sebagai perisai dari gangguan makhluk halus adalah doa yang diajarkan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW.

Doa tersebut dibacakan ketika Nabi merasakan gangguan jin.

Tulisan Arab:

أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ.

Tulisan Latin:

A‘ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ’i, wa min syarri mâ ya‘ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara’a fil-ardhi, wa min syarri ma yakhruju minhâ, wa min syarri fitanil-laili wan-nahâri, wa min syarri thawâriqil-laili, wa min syarri kulli thârigin illâ thâriqan yathruqu bi khairin, yâ rahmân.

Artinya:

“Aku berlindung dengan wajah Allah yang Maha Mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak bisa dilewati oleh orang baik maupun jahat, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan yang naik ke langit dari keburukan yang ada di bumi dan yang keluar darinya dari keburukan fitnah malam dan siang; dari keburukan makhluk malam, serta dari keburukan setiap makhluk yang datang kecuali makhluk yang datang membawa kebaikan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved