Kamis, 16 April 2026

Doa Pengusir Jin yang Diajarkan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW

Gangguan jin dan setan dijelaskan dalam Islam. Ini doa dan ayat Al-Qur’an sebagai perlindungan diri diajarkan Nabi untuk menjaga rumah dan keluarga

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tribun Kaltim
Doa Pengusir Jin yang Diajarkan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW 

Ayat ini dibaca ketika seseorang merasa sakit, tidak tenang, atau mengalami gangguan batin. Nabi Ayyub AS mengucapkan ayat ini ketika diuji oleh penyakit dan gangguan setan.

2. Surah Al-Mu’minun Ayat 97–98

Tulisan Arab:

رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّیٰطِیْنِۙ
وَ اَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ یَّحْضُرُوْنِ
Tulisan Latin:

Robbi a‘ûdzu bika min hamazâtisy-syayâthîn.
Wa a‘ûdzu bika robbi an yahdhurûn.

Artinya:

“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”

Ayat ini menjadi tameng bagi umat Muslim agar terhindar dari godaan dan bisikan setan yang dapat mengganggu pikiran.

3. Surah As-Saffat Ayat 7

Tulisan Arab:

وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَیْطٰنٍ مَّارِدٍ

Tulisan Latin:

Wa hifzhom ming kulli syaithoonim maarid.

Artinya:

“Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka.”

Ayat ini mengingatkan bahwa Allah SWT menjaga langit dan bumi dari gangguan jin dan setan, menegaskan kekuasaan-Nya yang mutlak.

Ayat Kursi Pelindung Terkuat dari Gangguan Jin

Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) dikenal sebagai ayat perlindungan paling kuat dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda, siapa yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan dijaga oleh malaikat sepanjang malam.

Tulisan Arab:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ
لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ
وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Tulisan Latin:

Allâhu lâ ilâha illâ huwa al-hayyu al-qayyûm, lâ ta’khudzuhû sinatun walâ naum, lahu mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardh, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahu illâ bi idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, walâ yuhîthûna bisyai’in min ‘ilmihi illâ bimâ syâ’a, wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardh, walâ ya’ûduhu hifzhuhumâ, wa huwa al-‘aliyyu al-‘azhîm.

Artinya:

“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Surah Al-Fatihah, Induk Doa Perlindungan

Surah Al-Fatihah adalah ummul Qur’an, induk dari seluruh isi Al-Qur’an.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa surah ini mengandung keselamatan dan penyembuhan. Karena itu, membacanya dapat menjadi perisai dari gangguan jin dan setan.

Amalan Rutin untuk Menjaga Diri

Ulama menekankan pentingnya membaca doa-doa tersebut dengan keyakinan dan ketulusan, terutama menjelang malam atau sebelum tidur.

Selain memberi ketenangan batin, bacaan ini diyakini dapat menjaga rumah dan keluarga dari gangguan yang tidak terlihat.

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir dan menjaga ibadah harian untuk memperkuat perlindungan diri dari jin dan setan.

(Bangkapos.com/Zulkodri)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved