Rabu, 3 Juni 2026

Doa dan Amalan

Doa Memotong Kuku, Tata Cara, serta Manfaatnya Menurut Islam dan Medis.

Memotong kuku termasuk sunnah Rasulullah SAW. Simak dalil hadis, doa memotong kuku, tata cara, serta manfaatnya menurut Islam dan medis.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tribunnews.com
DOA MEMOTONG KUKU--Ilustrasi potong kuku, Doa Memotong Kuku, Tata Cara, serta Manfaatnya Menurut Islam dan Medis. 

Ringkasan Berita:
  • Memotong kuku merupakan sunnah Rasulullah SAW dan dianjurkan dilakukan pada hari Jumat.
  • Amalan ini memiliki dalil hadis, tata cara khusus, doa, serta manfaat kesehatan dan kesempurnaan ibadah.

 

BANGKAPOS.COM--Memotong kuku merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Aktivitas sederhana ini bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga bagian dari fitrah, yakni perilaku dasar manusia yang selaras dengan tuntunan agama.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman; karena itu, memotong kuku menjadi bagian dari sunnah yang terus dijaga oleh umat Muslim hingga kini.

Dalam berbagai literatur fikih disebutkan bahwa hukum memotong kuku adalah sunnah, dan tidak dianjurkan menunda lebih dari 40 hari.

Ulama juga menekankan bahwa waktu terbaik untuk melakukannya adalah pada hari-hari tertentu, seperti Jumat, Kamis, dan Senin, karena hari-hari tersebut memiliki keutamaan spiritual tersendiri.

Hari Jumat, khususnya, termasuk hari yang paling mulia dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, dzikir, termasuk memotong kuku.

Banyak umat Muslim melaksanakan sunnah ini sebelum melaksanakan salat Jumat sebagai bentuk penyempurnaan adab dan kebersihan diri.

Sunnah Memotong Kuku di Hari Jumat

Dalam sebuah riwayat yang disebutkan oleh Al-Baihaqi, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan memotong kuku ketika hari Jumat tiba.

Riwayat tersebut berasal dari Abu Ja'far:

Teks Hadis Arab

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَارِبِهِ وَأَظَافِرِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

Latin

Kānan-nabiyyu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam yastaḥibbu an ya'khudza min syāribihi wa aẓhāfirihi yaumal-jumu‘ah.

Arti

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved