Kamis, 23 April 2026

Doa dan Amalan

Doa Istinja, Tata Cara, Maknanya dan Hukum Bersuci Dalam Islam

Dalam fikih Islam, istinja bermakna membersihkan najis yang keluar dari dua jalan (kubul dan dubur) dengan air atau benda padat seperti batu

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Istimewa
Doa Istinja, Tata Cara, Maknanya dan Hukum Bersuci Dalam Islam 

Ringkasan Berita:
  • Istinja adalah cara bersuci setelah buang air dalam Islam.
  • Ketahui makna, doa, dan adab istinja sesuai sunnah Rasulullah SAW
  • Tata Cara Melakukan Istinja

 

BANGKAPOS.COM--Islam menempatkan kebersihan sebagai bagian penting dari keimanan.

Tidak hanya terkait dengan tubuh dan pakaian, namun juga meliputi cara seorang Muslim menjaga kesucian diri setelah buang air sebuah amalan yang dikenal dengan istilah istinja (الاستنجاء).

Sejak dini, umat Islam diajarkan untuk hidup bersih dan beradab. Karena itu, memahami doa istinja, tata cara bersuci, dan adab ketika di kamar mandi menjadi hal penting, terutama bagi mereka yang telah mencapai masa akil baligh, yakni usia di mana seorang Muslim mulai bertanggung jawab secara syariat.

Secara bahasa, kata istinja berasal dari akar kata Arab نَجَا يَنْجُو (najâ yanjû) yang berarti “membersihkan dari kotoran.” 

Dalam fikih Islam, istinja bermakna membersihkan najis yang keluar dari dua jalan (kubul dan dubur) dengan air atau benda padat seperti batu.

Melakukan istinja merupakan kewajiban setelah buang air besar maupun kecil, karena menjadi bagian dari syarat sahnya ibadah seperti salat.

Umat Islam sejak dini diajarkan untuk beradab dan menjaga kesucian diri.

Karenanya, memahami doa istinja, tata cara, serta adab bersuci menjadi hal yang wajib diketahui, terutama bagi mereka yang telah akil baligh yaitu masa ketika seorang Muslim telah dianggap dewasa secara syariat dan bertanggung jawab atas amalnya.

Makna Istinja dan Hukum Bersuci dalam Islam

Secara bahasa, kata istinja berasal dari akar kata Arab نَجَا يَنْجُو (najâ yanjû)

yang berarti membersihkan sesuatu dari kotoran.

Dalam konteks fikih Islam, istinja berarti membersihkan najis atau kotoran yang keluar dari dua jalan, yaitu kubul (kemaluan depan) dan dubur (kemaluan belakang), menggunakan air atau benda padat seperti batu.

Melakukan istinja adalah kewajiban bagi setiap Muslim setelah buang air besar maupun kecil.

Hal ini menjadi bagian dari syarat sah ibadah, khususnya salat, karena salat tidak akan diterima tanpa keadaan suci dari hadas dan najis.

Rasulullah bersabda dalam hadis riwayat Muslim:

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved