Selasa, 16 Juni 2026

Tribunners

Menghadapi Manusia Toxic dan NPD Ketika Ego Merusak Hubungan Sosial

Menjauhkan diri dari manusia beracun bukanlah sebuah bentuk keegoisan, melainkan sebuah tindakan tertinggi dari rasa cinta terhadap diri sendiri.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Dokumentasi Pribadi Muhammad Isnaini
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Isnaini. 

Penulis: Muhammad Isnaini

(Pengamat Pendidikan dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi 
UIN Raden Fatah Palembang)

Di dalam belantara interaksi sosial yang kita arungi setiap hari, kita kerap kali dipertemukan dengan berbagai macam watak manusia yang mewarnai kehidupan.

Ada yang kehadirannya bagai embun pagi yang menyejukkan, membawa ketenangan dan energi positif di mana pun mereka berada.

Namun, tidak jarang pula kita harus berpapasan dengan jenis manusia yang kehadirannya justru menyerupai badai, menguras energi psikologis, menciptakan ketegangan, dan meninggalkan luka emosional yang mendalam. 

Fenomena inilah yang dalam beberapa tahun terakhir populer dengan istilah manusia toxic atau manusia beracun.

Istilah ini bukan sekadar tren bahasa pergaulan modern, melainkan sebuah refleksi nyata dari adanya dinamika hubungan interpersonal yang tidak sehat. 

Ketika kita berbicara tentang perilaku toxic yang sudah berada pada tahap ekstrem, konsisten, dan destruktif, pembahasan tersebut sering kali bersinggungan erat dengan sebuah gangguan kepribadian dalam dunia psikologi yang dikenal sebagai Narcissistic Personality Disorder atau NPD

Memahami benang merah antara kepribadian yang sekadar beracun dan gangguan narsistik ini menjadi sangat krusial, bukan untuk kapasitas kita dalam menghakimi atau memberi label medis kepada orang lain, melainkan sebagai sebuah panduan esensial untuk menjaga kewarasan dan melindungi kesehatan mental kita sendiri dari kerusakan yang ditimbulkannya.

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki potensi untuk menunjukkan perilaku toxic pada momen-momen tertentu dalam hidupnya.

Ketika seseorang sedang berada di bawah tekanan stres yang hebat, mengalami kegagalan, atau didera rasa cemburu, mereka mungkin saja menjadi sangat egois, gemar mengkritik, atau bersikap manipulatif.

Namun, pada manusia toxic biasa, perilaku tersebut umumnya bersifat situasional atau jika pun menjadi kebiasaan, mereka masih memiliki secercah kesadaran moral dan kemampuan untuk merasa bersalah ketika menyadari bahwa tindakan mereka telah melukai perasaan orang lain. 

Perbedaan mendasar dan mencolok langsung terlihat ketika kita menyandingkan perilaku toxic biasa ini dengan seseorang yang mengidap Narcissistic Personality Disorder.

NPD bukanlah sekadar sifat egois biasa atau sekadar hobi berswafoto karena mengagumi ketampanan atau kecantikan diri sendiri.

NPD adalah sebuah gangguan kepribadian klinis yang kompleks, di mana seseorang memiliki rasa mementingkan diri sendiri yang sangat luar biasa tinggi, kebutuhan kronis dan tak pernah puas untuk selalu dipuji dan dikagumi, serta yang paling berbahaya adalah ketiadaan empati secara total terhadap perasaan, kebutuhan, dan dunia emosional orang lain.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved