Jumat, 12 Juni 2026

Tribunners

Menulis Itu Menyenangkan dan Kebutuhan

Menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan sama saja menjadikan menulis sebagai suatu yang herus dipenuhi.

Tayang:
Editor: suhendri
Dokumentasi Syamsul Bahri
Syamsul Bahri, S.Pd.I. - Kepala MTs Al-Hidayah Toboali, Bangka Selatan 

Oleh: Syamsul Bahri - Kepala MTs Al-Hidayah Toboali

DALAM KBBI, menyenangkan berasal dari kata senang yang memiliki beberapa arti. Senang bisa bermakna puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa. Lalu senang juga bisa diartikan betah. Selanjutnya senang bisa diartikan bahagia (tidak ada sesuatu yang menyusahkan, tidak kurang suatu apa dalam kehidupan).

Senang juga bisa bermakna suka, gembira. Lalu senang bisa juga diartikan dalam keadaan baik (tentang kesehatan, kenyamanan, dan senang juga bisa diartikan dengan mudah, serba mudah dan praktis. Kemudian jika ditambahkan imbuhan maka kata senang menjadi menyenangkan yang berarti membangkitkan rasa senang hati, memuaskan, menarik hati.

Secara psikologi, jika kita sudah menyenangi sesuatu maka kita merasa rileks dalam melaksanakan atau menghadapinya. Sebanyak apa pun rintangan pasti akan berusaha untuk dihadapi sehingga rintangan itu akan terasa sebuah tantangan yang pasti bisa diselesaikan. Dan sesuai dengan defenisinya ketika kita menyenangi sesuatu pekerjaan atau benda tentu semuanya akan terasa mudah bagi kita.

Sebagai contoh ketika kita menyenangi seseoarang yang akan dijadikan pendamping hidup, maka usaha untuk mendapatkannya terasa lebih indah dan mudah, segala hambatan akan dengan mudah kita lalui dan kita singkirkan. Kenapa demikian? Jawabannya karena kita sudah menyenanginya. Atau contoh lagi ketika kita bercita-cita hendak menggapai suatu keinginan, maka akan mudah mendapatkannya ketika menyenangi cita-cita kita tersebut.

Sifat menyenangi ini ternyata bisa juga kita terapkan dalam dunia literasi (penulisan). Jika kita sudah senang untuk menulis, maka tidak akan ada waktu yang terbuang kecuali dimanfaatkan untuk menulis. Bagi yang sudah senang dalam dunia penulisan, maka tidak sulit bagi mereka untuk menghasilkan sebuah karya.

Prinsipnya bagi mereka yang sudah menyenangi penulisan adalah tiada hari tanpa sebuah tulisan. Minimal dalam satu hari itu ada sebuah tulisan yang dihasilkan, baik itu hanya satu paragrap, satu lembar, atau bahkan sampai selesai. 

Tentunya paradigma kita jangan terlalu muluk dahulu untuk menciptakan sebuah tulisan. Syukur-syukur kalau tulisan kita bisa dipublikasikan di berbagai media, seperti surat kabar, media sosial, dan platform sosial lainnya. Tetapi jika pun belum bisa dipublikasikan semangat menulis tidak boleh kendur.

Tulisan kita bisa disimpan sebagai arsip pribadi yang suatu saat pasti bermanfaat. Sebab tulisan kita pasti ada tempatnya dan pasti ada pengagumnya. Bahkan siapa tahu nanti tulisan sederhana kita akan menjadi suatu benda bersejarah di masa yang akan  datang, karena banyak sudah bukti tulian sederhana dari orang-orang yang terkenal menjadi benda yang sangat mahal nilainya, padahal dahulunya hanya sebuah coretan kecil di buku kecilnya.

Apalagi di zaman serba modern ini banyak media online daerah maupun nasional yang siap menerima tulisan atau karya kita. Yang terpenting jangan mudah putus asa, ketika satu tulisan kita ditolak maka buat lagi dua atau tiga bahkan puluhan tulisan lagi dan jangan bosan untuk terus mengirimnya ke media-media tersebut. Rumus pengirimannya juga sama, jika satu media belum bisa menerbitkan tulisan kita, maka jangan ragu untuk mengirimnya ke media lain. Terkait dengan pengiriman tulisan yang sama ke media lain tentu harus dipatuhi juga aturan dari media-media tersebut.

Di sini ada beberapa tip yang coba dibagikan agar kegiatan menulis menjadi suatu kesenangan. Pertama, menulislah dari hal yang kecil dan sederhana dahulu, misal menulis kegiatan kita sehari-hari dalam sebuah buku kecil. Luapkan perasaan kita dalam sebuah tulisan, bisa dijadikan puisi, pantun, opini, cerpen, atau bentuk lainnya. Intinya semua perasaan yang sedang kita pikirkan dituangkan dalam sebuah tulisan.

Kedua tulis apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu tulis. Contohnya adalah membuat schedule pekerjaan kita dalam sebuah kertas. Kegiatan mulai bangun tidur sampai kita tidur lagi bisa dituliskan dalam sebuah agenda. Atau sebaliknya mendokumentasikan semua yang telah kita lakukan. Tujuannya nanti kita tidak lupa denga napa yang sudah kita perbuat. 

Kemudian yang ketiga adalah jadikan menulis sebuah kebutuhan. Kebutuhan dapat diartikan segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk kelangsungan hidup dan mencapai kesejahteraan. Kebutuhan merupakan suatu yang harus kita penuhi. Jika kita tidak bisa memenuhinya, maka kita akan merasa cemas, gelisah dan waswas.

Contoh, makan dan minum merupakan suatu kebutuhan wajib bagi kita. Jika kita tidak makan dan minum, maka sistem mobilitas tubuh kita akan terganggu. Begitu jika menulis sudah menjadi kebutuhan kita, tentu kita akan berusaha untuk memenuhinya. Karena menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan sama saja menjadikan menulis sebagai suatu yang herus dipenuhi.

Berbeda jika menjadikan menulis sebuah hobi, sebab yang namanya hobi bisa saja tidak kita penuhi dalam waktu tertentu. Semisal ada orang yang hobi memancing, maka pasti ada saja waktu di mana ia tidak bisa memancing dan ketika ia tidak bisa memancing tidak ada sesuatu yang terganggu.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved