Selasa, 21 April 2026

Ramadhan 2026

Puasa Dimulai Kamis, Sidang Isbat Sepakati Awal Ramadan 1447 Hijriah

Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026

|
Tribun Papua Barat
ILUSTRASI RAMADHAN 1447 Hijriah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI di Jakarta, Selasa (17/2) petang.

Sidang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri sejumlah perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, serta instansi terkait. Penetapan dilakukan setelah pemerintah mengkaji hasil hisab (perhitungan astronomi) dan laporan rukyat (pemantauan hilal) dari berbagai wilayah di Indonesia

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, sidang isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Feb ruari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers usai sidang.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah setelah Tim Hisab Rukyat memaparkan posisi bulan di seluruh wilayah Indonesia. Secara astronomis, hilal belum memenuhi kriteria visibilitas, sehingga bulan Syakban digenap kan menjadi 30 hari

Menurut Nasaruddin, pemerintah selalu menggunakan pendekatan kombinasi hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan hijriah. Metode ini dinilai mampu menjaga akurasi ilmiah sekaligus mempertimbangkan aspek syariat.

“Hasil pemantauan di berbagai daerah telah kita dengar dan diskusikan bersama. Karena hilal tidak terlihat, maka disepakati awal puasa dimulai Kamis,” katanya.

Sejalan dengan Indonesia, sejumlah negara dikawasan Asia Tenggara juga menetapkan awal Ramadan pada tanggal yang sama, yaitu Kamis (19/2). Di Malaysia, pengumuman resmi disampaikan Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja setelah memperoleh persetujuan Yang di-Pertuan Agong.

Sementara itu, di Singapura, jadwal awal Ramadan diumumkan melalui Dewan Agama Islam setempat. Penetapan juga didasarkan pada tidak terlihatnya hilal pada hari pemantauan

Tak Terlihat di Babel

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, rukyatul hilal digelar di tiga lokasi, yakni Pantai Tanjung Raya Bangka, Tanjungpendam Belitung, dan Tanjung Kalian Bangka Barat.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kemenag Babel, Pril Marori, mengatakan hilal tidak terlihat di seluruh titik pengamatan. Kondisi tersebut dipengaruhi posisi bulan yang masih berada di bawah ufuk.

“Untuk ketiga lokasi pemantauan di Bangka Belitung, hilal tidak tam pak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hasil pemantauan daerah tetap menjadi bahan pertimbangan, namun keputusan akhir berada di pemerintah pusat melalui sidang isbat.

Di Kabupaten Belitung, pemantauan juga menghadapi kendala cuaca. Kepala Kemenag Belitung Suyanto mengatakan hilal tertutup awan tebal saat waktu pengamatan berlangsung.

“Tadi kami memantau beberapa menit menjelang magrib, namun hilal tidak terlihat karena tertutup awan,” katanya.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved