Rabu, 15 April 2026

Ramadhan 2026

Lupa Baca Niat Puasa hingga Tiba Waktu Imsakiyah? Ini Hukum dan Solusinya

Niat puasa Ramadhan umumnya dianjurkan untuk dibaca pada saat malam hari atau setelah sahur, dan sebelum waktu fajar.

Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
Tribun Kaltim/Tribun Jatim
NIAT PUASA RAMADHAN -- Solusi jika umat Muslim lupa membaca niat puasa Ramadan hingga tiba waktu Imsakiyah. 

Ringkasan Berita:
  • Sebelum menjalankan ibadah puasa, umat Muslim dianjurkan membaca niat puasa
  • Dengan membaca atau mengucap niat merupakan salah satu rukun dari ibadah puasa itu sendiri
  • Niat puasa Ramadhan umumnya dianjurkan untuk dibaca pada saat malam hari atau setelah sahur, dan sebelum waktu fajar melansir dari baznas.go.id
  • Karena membaca niat adalah rukun puasa, maka hal ini harus dilakukan]
  • Jadi apabila hal ini tidak dilakukan, maka puasa yang dikerjakan dianggap tidak sah

 

BANGKAPOS.COM -- Puasa Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Oktober 2026.

Sebelum menjalankan ibadah puasa, umat Muslim dianjurkan membaca niat puasa.

Dengan membaca atau mengucap niat merupakan salah satu rukun dari ibadah puasa itu sendiri.

Niat puasa Ramadhan umumnya dianjurkan untuk dibaca pada saat malam hari atau setelah sahur, dan sebelum waktu fajar melansir dari baznas.go.id.

Karena membaca niat adalah rukun puasa, maka hal ini harus dilakukan.

Baca juga: Bacaan Bilal Tarawih Subhaanal Malikil Mabuud 11 dan 23 Rakaat PDF, Jawaban Jemaah dan Doa Kamilin

Jadi apabila hal ini tidak dilakukan, maka puasa yang dikerjakan dianggap tidak sah.

Hal ini sesuai dengan hadits niat puasa Ramadan, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. An-Nasa i dan Abu Dawud).

Lantas, bagaimana solusinya jika umat Muslim lupa membaca niat puasa Ramadan hingga tiba waktu Imsakiyah?

Solusi Lupa Membaca Niat Puasa

Dikutip dari portal.tarakankota.go.id, keabsahan puasa Ramadhan tidak luput dari niat di malam hari, mulai tenggelamnya matahari hingga sebelum terbitnya fajar.

Maka dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak melakukan niat puasa fardhu pada malam hari maka puasanya tidak sah.

Kalangan ulama fiqih mazhab Syafii memberikan solusi bagi orang yang lupa belum berniat puasa Ramadhan di malam hari, namun puasanya tetap terhitung sah.

Solusinya adalah dengan cara membaca atau mengucap niat puasa di pagi hari hingga pertengahan siang hari seraya bertaqlid atau mengikuti Imam Abu Hanifah. 

Syekh Dr Muhammad bin Ali athiyah dalam kitabnya Ghayatul Muna menjelaskan bahwa apabila seseorang berniat dari terbitnya fajar maka puasanya tidak sah karena hadis yang telah lewat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved