Kamis, 7 Mei 2026

Waspada, Kurma Medjool Israel Gunakan Identitas Negara Lain Demi Hindari Boikot

Hati-Hati Manipulasi Label! Kurma Medjool Israel Gunakan Identitas Negara Lain Demi Hindari Boikot

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
freepik
Hati-Hati Manipulasi Label! Kurma Medjool Israel Gunakan Identitas Negara Lain Demi Hindari Boikot 

BANGKAPOS.COM - Integritas label pangan kini sedang dipertaruhkan menyusul adanya temuan mengenai kurma asal permukiman Israel yang berganti identitas demi menghindari aksi boikot.

Para konsumen yang berniat menghindari produk tertentu karena alasan kemanusiaan kini dihadapkan pada tantangan berat akibat sulitnya melacak asal-usul asli produk Medjool di pasar.

Sejumlah eksportir dilaporkan memanfaatkan celah hukum dan proses re-packing di negara ketiga untuk menghapus jejak asal produk dari wilayah konflik.

Dengan proyeksi nilai pasar yang menembus puluhan miliar dolar di tahun 2026, siasat pelabelan ini dianggap sebagai langkah putus asa untuk mempertahankan dominasi pasar di tengah tekanan politik yang semakin kuat dari komunitas Muslim dan aktivis hak asasi manusia di seluruh dunia

Siasat licik dalam perdagangan kurma global terendus. Demi menghindari boikot konsumen, kurma premium dari permukiman Israel diduga dikirim ke zona perdagangan bebas untuk dikemas ulang dan dilabeli sebagai produk negara lain.

Sejumlah laporan dan organisasi pemantau konsumen di Eropa menuding kurma asal Israel dipasarkan dengan label berbeda guna menyamarkan negara asalnya.

Sehingga kurma Israel tersebut tetap dapat menembus pasar Uni Eropa di tengah meningkatnya seruan boikot dari sebagian konsumen Muslim.

Klaim ini muncul di tengah pesatnya pertumbuhan perdagangan kurma global serta kompleksitas rantai pasok internasional yang dinilai menyulitkan pelacakan asal produk dan transparansi pelabelan.

Diketahui nilai pasar kurma dunia pada 2025 tercatat mencapai 32,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan diproyeksikan naik menjadi 34,5 miliar dolar AS pada 2026. 

Angka tersebut bahkan diperkirakan melonjak hingga 55,58 miliar dolar AS pada 2034.

Hingga saat ini kawasan Timur Tengah dan Afrika masih mendominasi produksi global dengan kontribusi lebih dari 85 persen pasar, mengutip Anadolu Agency, Selasa (24/6/2026).

Meski volume produksinya berada di bawah Mesir dan Arab Saudi, Israel disebut memainkan peran penting dalam perdagangan kurma premium.

Khususnya varietas Medjool yang bernilai tinggi di pasar internasional.

Namun, perbedaan antara angka produksi dan volume ekspor memunculkan pertanyaan soal keterlacakan pasokan.

Sejumlah laporan sektor, media, dan organisasi konsumen menyebut kurma yang diproduksi di Israel maupun di permukiman Israel di Tepi Barat diduga dipasarkan dengan cara menyembunyikan asalnya melalui negara ketiga atau jalur logistik tidak langsung.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved