Rabu, 29 April 2026

Ramadhan 2026

Ceramah Kultum Ramadhan Hari ke 13, Singkat 7 Menit: Puasa Mulut dari Perkataan Tak Berguna

Naskah Kultum Ramadhan Hari ke-13 (2026): Menjaga lisan dari perkataan sia-sia yang menguras pahala. Materi singkat dan padat 7 menit

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Gemini AI
KULTUM - Kumpulan teks kultum Ramadhan singkat di 2026. 

BANGKAPOS.COM - Tak terasa, kumandang adzan Maghrib telah mengantar kita menapaki hari ke-13 di bulan suci Ramadhan 2026. Fase maghfirah atau ampunan kini tengah menyapa, membawa kesempatan emas bagi setiap hamba untuk membersihkan diri dari tumpukan khilaf. Namun, di tengah perjuangan menahan lapar dan dahaga yang kian terbiasa, ada satu tantangan besar yang sering kali luput dari penjagaan: mulut kita sendiri.

Banyak dari kita yang mampu melewati belasan jam tanpa setetes air, namun gagal melewati satu jam tanpa ghibah, dusta, atau komentar pedas di media sosial. Padahal, Rasulullah SAW jauh-jauh hari telah mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar memindahkan jam makan, melainkan benteng pertahanan bagi seluruh anggota badan, terutama lisan.

Apakah puasa kita selama 13 hari ini sudah membuahkan ketakwaan, atau justru hanya menghasilkan lelah yang sia-sia karena pahalanya "bocor" akibat ucapan tak berguna?

Menyambut malam ke-13 ini, berikut kami sajikan naskah Kultum Ramadhan singkat berdurasi 7 menit dengan tema: "Puasakan Mulutmu dari Perkataan Tidak Berguna dan Menguras Pahala Puasa."

Berikut contoh naskah kultumnya :

Ceramah Kultum Ramadhan Hari ke 13, Singkat 7 Menit: Puasa Mulut dari Perkataan Tak Berguna

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jamaah Shalat Tarawih yang dimuliakan Allah,

Alhamdulillah, hari ini kita telah memasuki hari ke-13 Ramadhan 1447 Hijriah. Tidak terasa, kita hampir menyelesaikan fase kedua Ramadhan, yaitu fase maghfirah (ampunan).

Puasa bukan sekadar memindahkan jam makan, melainkan madrasah untuk mengendalikan diri. Salah satu "kurikulum" terberat dalam madrasah ini bukanlah menahan lapar, melainkan menahan lisan. Inilah yang sering kita sebut sebagai "Puasa Mulut".

1. Lisan: Jalan Surga atau Pintu Neraka?

Mulut adalah anggota tubuh yang unik. Ia bisa menjadi jalan kebaikan melalui zikir dan nasihat, namun ia juga bisa menjadi jalan pintas menuju kehancuran. Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan keras kepada Mu'adz bin Jabal:

"Manusia tidaklah ditelungkupkan ke dalam api neraka kecuali karena hasil panenan lidah mereka." (HR. Ahmad).

Di era digital 2026 ini, "lisan" tidak hanya berupa ucapan, tetapi juga ketikan di media sosial. Komentar pedas, nyinyir, hingga menyebar hoaks adalah bentuk "panenan lidah" modern yang bisa menghanguskan pahala puasa kita dalam sekejap.

2. Indikator Muslim Terbaik

Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya siapa muslim yang paling baik:

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved