Rabu, 22 April 2026

Ramadhan 2026

Ceramah Singkat Kultum Ramadhan Hari ke-22. Singkat Cuma 7 Menit : Keikhlasan Beramal Salih

Ceramah singkat hari ke-22 Ramadhan tentang keikhlasan beramal salih. Simak naskah kultum 7 menit untuk tarawih dan subuh.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Gemini AI
KULTUM - Koleksi teks ceramah atau kultum Ramadan 2026 singkat 7 menit terbaru. 

Ringkasan Berita:
  • Kultum Ramadhan hari ke-22 ini menekankan pentingnya ikhlas sebagai syarat diterimanya amal saleh di sisi Allah SWT.
  • Mengambil momentum bulan suci untuk berbagi kepada sesama, materi ini mengingatkan agar setiap sedekah dan bantuan tidak dicampuri niat ingin dipuji (riya), agar tidak sia-sia dan benar-benar bernilai pahala di akhirat kelak.

BANGKAPOS.COM - Di bulan Ramadhan 1447 H (2026) yang penuh berkah ini, mari kita perbanyak amalan baik, salah satunya dengan menyimak atau menyampaikan nasihat kebaikan. 

Nah, kultum atau kuliah tujuh menit menjadi sarana penting bagi para ustaz, tokoh masyarakat, maupun para bapak untuk menyampaikan nasihat kebaikan dan pesan takwa ini sebelum berbuka, tarawih, atau setelah subuh.

Seperti apa contoh Kultumnya?

Berikut adalah contoh naskah Kultum Ramadhan Hari ke-22 dengan tema utama keikhlasan dalam beramal.

Naskah Kultum: Keikhlasan dalam Beramal Salih

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di majelis ini dalam keadaan sehat walafiat pada malam ke-22 Ramadhan.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan materi mengenai pentingnya ikhlas. Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sebuah hadis: "Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari rida Allah SWT semata."

Bayangkan, walau keringat dingin bercucuran, tenaga habis terkuras, dan pikiran lelah, jika semua itu tidak dilandasi keikhlasan, maka sebesar apa pun amal kita akan sia-sia di mata Allah SWT.

Sungguh merugi orang yang bersedekah habis-habisan hanya karena ingin disebut dermawan atau mengharap pujian manusia.

Momentum Ramadhan ini adalah waktu terbaik untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kita bisa berbagi makanan, sembako, hingga santunan uang untuk meringankan beban saudara kita. Jangan pernah menganggap sepele bantuan sekecil apa pun.

Bagi kita mungkin nilainya sederhana, namun bagi mereka yang membutuhkan, itu adalah anugerah luar biasa.

Dalam memberi, kita wajib menerapkan ketulusan tanpa mengharapkan imbalan atau balasan dari sesama manusia. Ikhlas berarti:

  • Niat murni hanya karena Allah SWT.
  • Tidak mengharapkan pujian (riya).
  • Tidak mengungkit-ungkit pemberian di masa depan.

Jika kita tidak ikhlas, apa yang kita berikan hanya akan menjadi debu yang beterbangan tanpa nilai pahala.

Oleh karena itu, mari kita bangun rasa ikhlas dalam setiap sujud, sedekah, dan amal saleh kita mulai saat ini.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved