Jumat, 29 Mei 2026

Ramadhan 2026

Doa Akhir Ramadhan Lafaz Arab, Latin Berikut Arti dan Keutamaannya

Doa  ini seringkali diamalkan Nabi Muhammad SAW untuk segera dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun selanjutnya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fitriadi
Magang/Bangkapos.com
BERDOA - Ilustrasi orang berdoa. Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan membaca doa agar dipertemukan dengan Ramadhan tahun berikutnya. 

BANGKAPOS.COM - Ramadhan 1447 Hijriah segera berakhir.

Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan membaca doa.

Doa akhir Ramadhan ini sebenarnya kerap dibacakan ketika bulan puasa memasuki 10 hari terakhir atau segera berakhir.

Doa akhir Ramadhan ini diajarkan Nabi Muhammad, sesuai hadis Jabir bin Abdillah ra dari Muhammad al Mustafa yang bersabda:

"Siapa yang membaca doa ini pada hari terakhir Ramadan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan di antaranya menjumpai Ramadan mendatang atau pengampunan dan rahmat Allah."

Berikut adalah doa akhir Ramadhan yang bisa diucapkan menjelang berakhirnya bulan puasa:

أَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

"Allahumma laa taj'alhu aakhiral 'ahdi min shiyaamina iyyaah, fa-in ja'altahu faj'alnii marhuuman wa laa taj'alnii mahruuma."

Artinya:

"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang hampa semata."

Doa  ini juga seringkali diamalkan Nabi Muhammad SAW untuk segera dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun selanjutnya.

Takbir Idul Fitri

Selain membaca doa tersebut, pada malam harinya setelah pemerintah secara resmi menetapkan umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Idul Fitri sebagaimana sabda Rasulullah: 

مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوب. (رواه الشافعي وابن ماجه)  

Artinya: Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).    

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved