Kamis, 4 Juni 2026

Video

Video : Kapal Terbalik Sejak Juli 2024, DPRD Babel Desak Evakuasi KM Lintas Armada Nusantara

Kapal KM Lintas Armada Nusantara yang terbalik sejak Juli 2024 di alur Pelabuhan Pangkalbalam belum dievakuasi. DPRD Bangka Belitung mendesak KSOP

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
  • KM Lintas Armada Nusantara masih terdampar di alur Sungai Batu Rusa sejak Juli 2024.
  • DPRD Babel meminta KSOP Pangkalbalam mempercepat evakuasi agar jalur pelayaran tetap aman dan lancar.

 

BANGKAPOS.COM--Insiden terbaliknya KM Lintas Armada Nusantara di alur Pelabuhan Pangkalbalam masih menyisakan persoalan serius hingga awal 2026.

Kapal yang terbalik sejak 7 Juli 2024 itu hingga kini belum dievakuasi dan masih terdampar di tengah alur Sungai Batu Rusa, Kota Pangkalpinang.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Taufik Rizani, menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu jalur vital keluar masuk kapal di Pelabuhan Pangkalbalam.

Ia mendesak KSOP Kelas IV Pangkalbalam sebagai otoritas pelabuhan untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk memanggil pihak pelayaran agar proses evakuasi dapat dipercepat.

“Alur pelayaran ini akses yang sangat vital. Kita minta agar alur tidak terganggu dan persoalan kapal terbalik ini segera dituntaskan,” tegas Taufik.

Menurutnya, meski saat ini aktivitas pelabuhan masih berjalan, keberadaan kapal terbalik dalam jangka panjang dapat menimbulkan risiko keselamatan dan hambatan logistik.

Komisi III DPRD Babel, lanjut Taufik, akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga ada kepastian penyelesaian.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pangkalbalam, Saiful Anwar, mengungkapkan bahwa lambannya evakuasi disebabkan oleh persoalan administrasi dan dokumen kepemilikan kapal.

Ia menyebutkan, pihak KSOP telah melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali kepada pemilik kapal.

Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pihak owner untuk menuntaskan proses evakuasi.

“Secara operasional, keluar masuk kapal di Pelabuhan Pangkalbalam masih berjalan normal dan tidak ada penundaan. Namun kami tetap mendorong agar persoalan administrasi ini segera diselesaikan,” ujar Saiful.

KSOP menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan komunikasi dengan pemilik kapal agar evakuasi KM Lintas Armada Nusantara dapat segera dilakukan.

Pemerintah daerah pun berharap tidak ada dampak lanjutan terhadap aktivitas pelabuhan maupun keselamatan pelayaran jika kondisi ini terus berlarut.(*)

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved