Jumat, 24 April 2026

Video

Video : Bisnis Sapi di Bangka Belitung, Modal Rp30 Miliar, Margin Tipis dan Risiko Tinggi

Perputaran bisnis sapi di Bangka Belitung mencapai Rp30 miliar dengan ribuan ekor ternak dari Lampung dan Bali. Meski omzet besar Keuntungan tipis

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri

Di tingkat pedagang, strategi berbeda diterapkan. Sejumlah pedagang di Pangkalpinang menggunakan sistem bayar setelah sapi laku terjual.

Dengan harga per ekor berkisar Rp20 juta hingga Rp40 juta, satu kali pengiriman menggunakan truk fuso bisa mencapai nilai transaksi Rp300 juta.

Lonjakan pasokan biasanya terjadi menjelang Idulfitri dan Iduladha. Dalam kondisi normal, pemotongan berkisar 15 hingga 30 ekor per hari.

Namun menjelang Lebaran, jumlahnya bisa melonjak hingga 100 ekor per hari.

Meski terlihat menggiurkan, margin keuntungan bisnis ini disebut hanya sekitar satu hingga dua persen, bahkan kadang kurang dari satu persen.

Sementara itu, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang menyebut ketergantungan pada pasokan luar daerah masih menjadi pola utama pemenuhan kebutuhan daging. Sapi umumnya didatangkan dari Lampung, Madura, dan Bali sebelum dipotong di rumah potong hewan dan didistribusikan ke pasar.

Dengan produksi lokal yang terbatas, rantai distribusi antarpulau menjadi penopang utama konsumsi daging di Bangka Belitung.

Di tengah modal besar, risiko tinggi, dan margin tipis, para pelaku usaha bertahan dengan menjaga kepercayaan, kelancaran arus kas, serta kecepatan perputaran barang.

Bangkapos.com/Erlangga

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved