BANGKAPOS.COM - Iran kembali melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel pada Sabtu, 4 April 2026. Laporan dari The Times of Israel menyebutkan bahwa penggunaan bom tandan oleh Iran telah menyebabkan kerusakan parah di berbagai titik. Di wilayah Ramat Gan, sebuah bangunan dilaporkan runtuh total akibat hantaman tersebut.
Serangan ini juga menyasar infrastruktur vital. Saluran listrik tegangan tinggi di Rosh Ha'ayin mengalami kerusakan berat, yang menyebabkan beberapa kota di Israel seketika menjadi gelap gulita. Selain itu, kebakaran hebat dilaporkan melanda kawasan industri Neot Hovav. Meski demikian, pihak pemadam kebakaran mengklaim telah mulai mengendalikan api di wilayah selatan Beersheba tersebut.
Iran tidak hanya menyerang secara fisik, tetapi juga mengeluarkan peringatan diplomatik yang sangat keras. Melalui juru bicara markas besar pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zulfahari, Teheran mendesak negara-negara Teluk untuk segera mengusir pangkalan militer Amerika Serikat dari tanah mereka. Iran mengancam akan meratakan infrastruktur negara mana pun yang masih menjadi tuan rumah bagi aset militer Washington.
Gertakan ini mendapatkan tanggapan langsung terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik. Sebagai balasan, Iran menegaskan bahwa angkatan bersenjata mereka siap menyerang sektor ekonomi, bahan bakar, dan pusat energi di seluruh wilayah pendudukan jika AS benar-benar bertindak. (Sumber :YouTube Bangka Pos Official)