Kamis, 7 Mei 2026

Video

Video : Kapal Pesiar Mewah Rusia Dobrak Blokade AS di Selat Hormuz, Ekspor Minyak Iran Tetap Melaju

Video : Kapal Pesiar Mewah Rusia Dobrak Blokade AS di Selat Hormuz, Ekspor Minyak Iran Tetap Melaju

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Sebuah kapal pesiar mewah milik miliarder Rusia dilaporkan berhasil menembus blokade ketat di Selat Hormuz, jalur perairan paling vital di dunia yang saat ini tengah menjadi pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Keberhasilan ini terjadi di tengah sanksi berat dari Barat yang membayangi armada laut Rusia.

Aksi Berani Kapal 'Nord' Kapal pesiar mewah bernama Nord, milik miliarder Alexei Mordashov, terpantau melintasi Selat Hormuz pada Sabtu pagi setelah bertolak dari Dubai. Kapal sepanjang 142 meter tersebut berhasil mencapai Muscat pada Minggu (26/4/2026) meski ada pembatasan ketat dari Iran dan blokade maritim yang dijalankan Amerika Serikat. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana kapal yang terkena sanksi Barat tersebut memperoleh izin untuk melintasi rute yang sangat diawasi itu.

Blokade AS Dinilai Gagal Bendung Minyak Iran Selain insiden kapal pesiar Rusia, upaya Amerika Serikat untuk mencekik ekonomi Teheran melalui blokade di Selat Hormuz tampaknya mengalami tantangan besar. Berdasarkan data dari platform pelacakan pengiriman minyak, TankerTrackers, Iran dilaporkan tetap mampu mengekspor minyak dalam jumlah besar.

Pada Minggu (26/4/2026), tercatat sekitar 4,6 juta barel minyak mentah berhasil dimuat ke pelabuhan-pelabuhan Iran. Data tambahan menunjukkan bahwa sekitar 4 juta barel minyak Iran lainnya sukses melewati blokade maritim Amerika Serikat.

Taktik Kapal Tanker "Gelap" Laporan dari Vortexa memperkuat indikasi kegagalan embargo tersebut. Antara tanggal 13 hingga 21 April 2026, sekitar 10,7 juta barel minyak Iran tetap melintasi Selat Hormuz. Pengiriman ini dilakukan menggunakan taktik khusus, di mana setidaknya enam kapal tanker mematikan sistem pelacakan otomatis (AIS) mereka untuk menghindari pemantauan armada musuh  .

Data dari Lloyd's List Intelligence juga melaporkan bahwa lebih dari 24 kapal pemuat minyak dan gas berhasil lolos dari embargo Amerika Serikat sejak aturan tersebut mulai berlaku pada 13 April 2026 . Fenomena ini menunjukkan bahwa jalur perdagangan energi Iran masih tetap berdenyut kencang meski di bawah tekanan sanksi internasional yang masif. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved