Rabu, 29 April 2026

Video : 2.000 Personel Militer AS di Teluk Jadi Target Rudal & Drone Iran, Data Pribadi Mereka Bocor

Data 2.379 personel militer AS bocor akibat peretasan kelompok Handala Iran. Pasukan di Teluk Persia kini terancam serangan rudal.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Ribuan personel militer Amerika Serikat kini dilaporkan menjadi target utama serangan siber mematikan oleh kelompok peretas asal Iran.

Kelompok bernama Handala tersebut mengklaim telah berhasil menembus sistem keamanan dan memperoleh data sensitif milik Anggota Angkatan Laut Amerika Serikat.

Data yang bocor mencakup informasi pribadi dari 2.379 personel militer yang sedang bertugas di kawasan strategis Teluk Persia.

Informasi tersebut dilaporkan sangat detail, mulai dari jabatan operasional hingga aktivitas pribadi para anggota militer di luar jam dinas.

Ancaman ini bukan sekadar gertakan karena sejumlah personel di kawasan Bahrain dilaporkan sudah menerima pesan intimidasi langsung melalui WhatsApp.

Isi pesan tersebut menegaskan bahwa posisi dan pergerakan pasukan Amerika Serikat kini sedang diawasi secara ketat oleh pihak lawan.

Para peretas memberikan peringatan keras bahwa ribuan personel tersebut kini menjadi target sah bagi serangan drone dan rudal canggih.

Handala dikenal sebagai kelompok peretas keamanan siber yang kerap menyerang organisasi-organisasi penting milik Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Video : Kepanikan IDF Diserang Drone Hizbullah dari Belakang

Sebelumnya, kelompok ini juga diklaim berhasil meretas email pribadi milik Direktur FBI, Kash Patel, dalam operasi siber yang sangat rapi.

Meskipun menampilkan diri sebagai kelompok pro-Palestina, Handala diyakini berafiliasi langsung dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran.

Insiden kebocoran data ini memicu kekhawatiran baru mengenai standar keamanan digital personel militer AS di tengah memanasnya hubungan Washington-Teheran.

Hingga saat ini, pihak Pentagon masih belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim kebocoran data ribuan personel mereka di Timur Tengah.

Ketegangan di kawasan Teluk diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan ancaman serangan fisik yang kini menghantui pasukan Amerika Serikat. (sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved