Sabtu, 9 Mei 2026

Video

Video : Teheran Diguncang Ledakan, Iran Aktifkan Pertahanan Udara dan Balas Serang Kapal Perusak AS

 Ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan sempat mencekam setelah suara ledakan terdengar di berbagai penjuru kota

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan sempat mencekam setelah suara ledakan terdengar di berbagai penjuru kota. Media lokal melaporkan bahwa militer Iran segera bereaksi dengan mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghalau ancaman yang disebut sebagai target musuh. Meski demikian, belum ada penjelasan mendetail mengenai jenis ancaman tersebut, baik berupa drone maupun rudal.

Selain di Teheran, ledakan juga dilaporkan terjadi di lokasi strategis lainnya, termasuk di dekat Pelabuhan Bandar Abbas dan Selat Hormuz. Pihak militer Iran mengonfirmasi adanya serangan tersebut dan secara terbuka menuduh Amerika Serikat berada di balik aksi militer ini, dengan bantuan dari negara-negara di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab.

Baca juga: Video : Terjebak, Donald Trump Disebut Salah Perhitungan Perang Lawan Iran

Pelanggaran Gencatan Senjata

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Menurut laporan, serangan terbaru Amerika Serikat menyasar dua kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz dan Pelabuhan Fujairah.

Tak hanya menargetkan aset strategis, Iran juga menuding Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap daerah pemukiman sipil di sepanjang pantai selatan Iran, termasuk wilayah Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm.

Serangan Balasan Iran

Menanggapi agresi tersebut, militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan yang sengit. Iran dilaporkan menggempur tiga kapal perusak milik Amerika Serikat yang berada di sebelah timur Selat Hormuz. Serangan ini ditegaskan sebagai bentuk pembelaan diri dan respons langsung atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak Washington.

Situasi di kawasan kini terus dipantau seiring dengan meningkatnya aktivitas militer dari kedua belah pihak di jalur perdagangan minyak dunia tersebut. (sumber: YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved