Sabtu, 23 Mei 2026

Video

Video : Mojtaba Khamenei Larang Uranium Iran Keluar Negeri, Ketegangan dengan AS Kian Memanas

Mojtaba Khamenei dilaporkan melarang uranium Iran keluar negeri di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
  • Iran mengambil langkah tegas dengan mempertahankan uranium pengayaan tinggi tetap berada di dalam negeri. 
  • Kebijakan tersebut memicu sorotan baru terhadap hubungan Iran dan Amerika Serikat yang kembali memanas.

 

BANGKAPOS.COM--Ketegangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengeluarkan arahan agar persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi tetap berada di dalam negeri dan tidak dikirim ke luar Iran.

Sikap tersebut dinilai dapat memperkeras posisi Teheran dalam pembicaraan dengan Washington.

Keputusan itu muncul di tengah tuntutan Amerika Serikat yang menginginkan stok uranium Iran menjadi bagian dari kesepakatan perdamaian dan pengawasan program nuklir negara tersebut. Dua sumber senior Iran menyebut arahan tersebut menjadi salah satu kebijakan penting dalam strategi Iran saat ini.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Washington tidak akan membiarkan Iran mempertahankan persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

"Kita akan mendapatkannya. Kita tidak membutuhkannya, kita tidak menginginkannya. Mungkin kita akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya," kata Trump dalam pernyataannya di Gedung Putih.

Laporan menyebut Iran diyakini memiliki sekitar 900 pon uranium yang diperkaya tinggi. Material tersebut menjadi perhatian utama karena dapat digunakan sebagai bahan menuju pengembangan senjata nuklir apabila diperkaya lebih lanjut.

Meski sejumlah narasi di media sosial menyebut Trump "iri" terhadap uranium Iran atau "semakin frustrasi", informasi yang terkonfirmasi saat ini menunjukkan adanya peningkatan ketegangan diplomatik terkait penguasaan dan pengawasan uranium Iran, bukan pernyataan emosional pribadi seperti yang ramai beredar.

Para pengamat menilai keputusan Iran mempertahankan uranium di dalam negeri dapat memperumit proses negosiasi yang tengah berlangsung antara Teheran dan Washington.

Selain itu, langkah tersebut juga diperkirakan dapat memengaruhi dinamika keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved