Sabtu, 23 Mei 2026

Video

Video : Yusril Bela Pernyataan Prabowo Soal Dolar, Tegaskan Presiden Paham Kondisi Ekonomi

Yusril Ihza Mahendra menanggapi sentimen negatif terhadap Prabowo soal pernyataan dolar. Ia menegaskan Presiden memahami ekonomi

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
  • Menkopolhukam Yusril Ihza Mahendra membela Presiden Prabowo Subianto usai muncul kritik terkait pernyataan soal dolar. 
  • Yusril menegaskan Prabowo memahami persoalan ekonomi dan pesan yang disampaikan berkaitan dengan kebijakan perdagangan nasional.

 

BANGKAPOS.COM--Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menanggapi berbagai respons publik terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penggunaan dolar yang sempat menjadi sorotan.

Pernyataan tersebut disampaikan Yusril saat menghadiri Seminar Nasional bertajuk Tantangan Regulasi dalam Menghadapi Gig Economy dan Artificial Intelligence pada Selasa (19/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Yusril menyinggung munculnya beragam komentar dan sentimen negatif terhadap Presiden Prabowo setelah pernyataan terkait masyarakat desa yang dinilai tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut Yusril, sebagian pihak bahkan menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk ketidakpahaman terhadap persoalan ekonomi.

Namun, ia membantah anggapan tersebut dan menegaskan bahwa Presiden Prabowo memahami persoalan ekonomi secara menyeluruh.

"Seorang presiden harus bicara kepada rakyatnya, di Nganjuk bicara sama orang kampung dan meresmikan koperasi di Nganjuk itu," kata Yusril.

Ia menjelaskan, seorang kepala negara dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat harus menyesuaikan dengan konteks dan kondisi audiens yang dihadapi.

Karena itu, menurutnya, pernyataan Prabowo perlu dipahami secara utuh sesuai situasi ketika pidato tersebut disampaikan.

Yusril juga menilai pernyataan Presiden bukan sekadar membahas penggunaan mata uang asing, melainkan berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi nasional.

Ia menyebut pesan yang disampaikan Prabowo merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pengendalian sistem perdagangan, termasuk sektor impor.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat posisi ekonomi dalam negeri.

Pernyataan Presiden Prabowo sebelumnya memang memicu perdebatan di ruang publik dan media sosial, dengan munculnya berbagai interpretasi dari sejumlah kalangan.

Meski demikian, pemerintah menilai substansi yang ingin disampaikan lebih menekankan pada penguatan ekonomi nasional dan keberpihakan terhadap masyarakat di tingkat akar rumput.(*)
 
 
 
 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved