Minggu, 31 Mei 2026

Video

Video : IRGC Klaim Serang Pangkalan Militer AS, Rusia Peringatkan Amerika Serikat

IRGC serang pangkalan AS, Iran Amerika Serikat, konflik Timur Tengah 2026, Rusia peringatkan AS, Israel putus hubungan dengan PBB

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah IRGC mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat
  • Di tengah situasi tersebut, Israel memutus hubungan dengan Sekjen PBB António Guterres, sementara Rusia memperingatkan Washington agar tidak mengirim pasukan tambahan ke kawasan yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas.

 

BANGKAPOS.COM--Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan regional.

Serangan tersebut disebut sebagai bentuk peringatan serius kepada Washington di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi militer itu dilakukan sebagai respons terhadap berbagai tindakan yang dinilai mengancam kepentingan dan keamanan nasional Iran.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak militer Amerika Serikat terkait tingkat kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut.

Israel Putus Hubungan dengan Sekjen PBB

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Israel juga mengambil langkah diplomatik yang mengejutkan dengan memutus hubungan resmi dengan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres.

Keputusan itu diambil setelah nama Israel kembali menjadi sorotan dalam laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait dugaan kekerasan seksual yang terjadi dalam konflik bersenjata.

Pemerintah Israel menilai langkah PBB tersebut tidak adil dan menunjukkan sikap yang dianggap bias terhadap negara tersebut.

Hubungan yang memburuk antara Israel dan PBB dikhawatirkan dapat mempersulit berbagai upaya diplomasi internasional yang tengah dilakukan untuk meredakan konflik di kawasan.

Negosiasi Nuklir Masih Berjalan

Sementara itu, perkembangan lain muncul dari jalur diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat.

Sejumlah sumber menyebut para negosiator telah mencapai titik temu dalam beberapa poin penting pembahasan.

Namun hingga kini belum ada kesepakatan final yang disahkan oleh kedua pihak.

Beberapa laporan menyebut proses finalisasi masih menunggu perkembangan politik di Washington, termasuk sikap pemerintahan yang dipimpin Donald Trump.

Di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa draf yang beredar di media belum mendapatkan persetujuan resmi dari pemerintah Iran.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa negosiasi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan yang mengikat.

Rusia Peringatkan Amerika Serikat

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved