Bungker Misterius Bos Pekerja Timah dari China di Belitung
Bungker misterius ini dikaitkan dengan bos pekerja Timah dari Tiong Hoa, Kapiten Ho A Yun.
"Kalau memang makam Kapiten ada di bawah sana, jelas di dalam petinya pasti banyak harta, tapi yang terpenting sebenarnya adalah penelusuran ruang bawah tanah itu akan banyak mengungkap sejarah Belitung."
Mantan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Periode 2009-2014, Ishak Holidi mengatakan bermarga Ho yang sama dengan Kapiten Ho A Yun. Namun keluarganya bukanlah keturunan dari Kapiten tersebut.
"Saya juga tidak pernah dengan soal ruang bawah tanah itu, tapi dulu keturunan-keturunan Kapiten itu sering berkunjung ke Belitung, mereka sekarang tinggalnya menyebar, ada yang di Jakarta ada yang di Belanda," kata Ishak kepada Pos Belitung, Jumat (24/4).
Anggota Komisi I DPRD Belitung, Agung juga tak menampik ikut penasaran. Pasalnya banyak cerita berkembang dari orang-orang tua zaman dulu seputar rumah kapiten tersebut.
"Makanya kami di DPRD segera akan meninjau lokasi itu, kalau perlu ikut turun juga nelusuri dalamnya seperti apa, kalau ada penemuan barang kan, itu harusnya jadi milik pemda, bukan punya pihak hotel," kata Agung.
Satu cerita yang pernah didengarnya menyebutkan ruang bawah tanah di Hotel Billiton tersebut memiliki terowongan yang tembus hingga ke daerah Pasar Ikan Tanjungpandan. Namun secara pribadi, Agung lebih condong pada dugaan bahwa ruang bawah tanah ini itu adalah tempat persembunyian rahasia di saat darurat.
Ruang bawah tanah menyerupai bungker ditemukan di bawah panggung dalam ball room Hotel Billiton, Kamis (23/4).
Manajer Hotel Billiton Wahyu Brata mengatakan, penemuan ruang bawah tanah tersebut berawal dari kegiatan renovasi panggung dalam ball room hotel. Sebagian lantai panggung yang terbuat dari kayu dibongkar karena sudah lapuk.
Setelah dibongkar, pihaknya kaget ketika mendapati sebuah lorong di bawahnya. Lorong tersebut terbuat dari beton dan memiliki tangga menuju ke bawah tanah.
"Kita awalnya juga tidak tahu kalau ada ruangan bawah di tanah di bawah panggung ini. Saya coba tanya sana-sini, ada beberapa versi sih," kata Wahyu kepada Pos Belitung, Kamis siang.
Ruang bawah tanah tersebut memiliki ke dalaman sekitar 175 cm. Terdapat lima anak tangga yang arahnya menuju Pantai Tanjungpendam. Setelah itu, ruang bawah tersebut memiliki sebuah lorong selebar 70 cm ke arah kiri atau mengarah ke Gang Kim Ting, Pasar Ikan Tanjungpandan.
Lorong tersebut memiliki panjang sekitar empat meter dan pada bagian ujung ditutup dengan batu bata merah. Wahyu menyakini, lorong tersebut sengaja ditutup dengan tujuan tertentu. (kk1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bungker-biliton-2_20150424_183456.jpg)