Pha Kak Liang Kini Memudar di Kala Pulau Putri Bersinar
''Apa lagi yang mau dilihat, kolamnya kering. Mana jalan ke sini juga rusak. Taman ini katanya mau diperbaiki pengelolanya.''
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Hendra
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sebuah taman nan eksotis bernuansa Tionghoa di wilayah Kampung Kusam Desa Kuto Panji Kecamatan Belinyu dulunya menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi berkunjung ke Belinyu.
Taman bernama Phak Kak Liang tersebut dulunya merupakan tempat wisata yang nyaman.
Selain menikmati keindahan ornamen khas Tionghoa berbalut warna dominan merah dan kuning, keberadaan sebuah kolam ikan lengkap dengan ribuan ikan penghuninya merupakan daya tarik tersendiri yang sulit dicari bandingnya.
BACA JUGA: Dasar Laki-laki Patung Perempuan Telanjang Pun Jadi Sasaran saat Selfie
Siapapun yang berkunjung ke kawasan seluas 2 hektar yang dulunya merupakan eks tambang timah itu, seolah-olah berada di taman yang ada di Hongkong atau daratan China.
Namun era keemasan tempat wisata itu kini semakin memudar.
Wisatawan kini lebih memilih berwisata ke Pulau Putri yang sedang menjadi primadona wisata Belinyu.
Taman berornamen Tionghoa memang masih berdiri gagah menyambut tamu yang datang.
Sayang maskot taman berupa kolam berisi ribuan ekor ikan kini sudah kering airnya.
BACA JUGA: Polisi Ini dan Puluhan Rekannya Keroyok dan Telanjangi Teman Sekolah
Tak tampak lagi keramaian wisatawan lokal maupun luar daerah di kawasan tersebut.
''Masih sering orang datang, tapi tak seramai dulu. Kolam berisi ikan di taman ini sudah kering sebulan lalu. Ikan-ikannya sudah nggak ada lagi,'' ungkap Helmi penjaga Phak Kak liang baru-baru ini.
Wanita asal Maumere NTT yang bertugas menjaga kawasan Phak Kak Liang bersama suaminya tersebut menyayangkan semakin sepinya wisatawan yang berkunjung ke sana.
''Apa lagi yang mau dilihat, kolamnya kering. Mana jalan ke sini juga rusak. Taman ini katanya mau diperbaiki pengelolanya,'' jelas Helmi.
Menurutnya, dulunya selain menjadi tempat wisata, Phak Kak Liang sering digunakan warga untuk foto prewedding.
''Sekarang sudah nggak ada lagi. Memang masih ada orang dari Jakarta yang datang. Tapi cuma sebentar,'' jelasnya.
Perwakilan pengelola Phak Kak Liang Ayen mengaku kondisi tempat wisata tersebut memang kurang perhatian akhir-akhir ini.
BACA JUGA: Ada Penampakan Seorang Wanita di Pulau Putri
Ia berharap pihak pemerintah daerah ikut memberikan perhatian untuk eksistensi kawasan wisata Phak Kak Liang.
"Susah juga bilang apa kendalanya. Yang jelas kendala biaya perawatan, apalagi di tengah kesulitan ekonomi saat ini. Tapi ada rencana akan diperbaiki lagi," jelasnya
Pelaku wisata Belinyu Andre Tanjung mengungkapkan lima tahun yang lalu Phak Kak liang merupakan tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan lokal maupun luar negeri yang berkunjung ke Belinyu.
BACA JUGA: SPBU Mendadak Jadi Tempat "Mangkal" Gadis-gadis Cantik
"Tetapi sekarang sudah kurang. Masih ada yang menanyakan, tapi kita juga tidak mau mengecewakan wisatawan jika melihat kondisinya saat ini," jelas Andre.
Ia menyayangkan meredupnya tempat wisata Phak Kak Liang karena kawasan tersebut merupakan aset wisata yang bukan hanya milik Belinyu tetapi juga Provinsi Babel.
"Kita berharap pemerintah juga ada perhatian untuk Phak Kak Liang seperti untuk fasilitas jalan atau pemeliharaannya," imbuh Andre.(wan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/phak-kak-liang-kering_20151006_204738.jpg)