Risiko Mengerikan Membungkus Makanan Panas dengan Plastik
Penelitian telah membuktikan bahwa semua bentuk plastik dapat melepaskan berbagai bahan kimiawi ketika mereka dipanaskan.
Oleh karena efek BPA ini menyerupai hormon estrogen, salah satu jenis kanker yang paling dicurigai akibat terpapar Bisphenol-A (BPA) adalah kanker payudara. Selain itu, BPA juga diyakini dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak janin.
Sebuah penelitian pada tahun 2011 menemukan bahwa wanita hamil dengan level BPA yang tinggi di urin mereka lebih rentan untuk memiliki anak yang hiperaktif, atau justru pencemas dan menyebabkan depresi.
Perlu Anda ketahui, janin, bayi dan anak-anak adalah kelompok umur yang paling berisiko terhadap efek buruk dari bahan kimia yang terlepas dari plastik yang berkontak dengan makanan panas. Hal ini berkaitan dengan proses tumbuh kembang yang masih berjalan pesat di masanya.
Oleh karena itu, tumbuh kembangnya dapat terganggu akibat paparan bahan-bahan kimia tersebut.
Karenanya, hindarilah membungkus makanan panas dalam plastik. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan wadah yang berbahan kaca ataupun keramik untuk tempat makanan Anda.
Persiapkanlah wadah tersebut terlebih dahulu sebelum Anda membungkus makanan hangat.
Hal tersebut memang terkesan agak menyulitkan, dan pilihannya ada di tangan Anda sebab kesehatan adalah taruhannya.
Siapapun harus waspada terhadap hal ini demi mencegah efek buruk bagi kesehatan di kemudian hari, terutama bagi para orang tua ataupun bagi Anda yang sedang hamil. (Klikdokter.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/plastik_20160329_134117.jpg)