Kulit Gatal-gatal Akibat Alergi dan Iritasi? Begini Cara Mengobatinya
Peradangan kulit tidak mengancam jiwa atau menular, tapi dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan percaya diri.
BANGKAPOS.COM - Dermatitis (peradangan kulit) meliputi kulit kering dan gatal sampai ruam terik yang parah.
Penyakit ini tidak mengancam jiwa atau menular, tapi dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan percaya diri.
Beberapa jenis dermatitis hanya mempengaruhi bagian tertentu dari tubuh, sedangkan yang lain dapat terjadi di mana saja.
Beberapa jenis dermatitis memiliki penyebab yang diketahui, sedangkan yang lainnya tidak. Namun, penyakit dermatitis selalu berhubungan dengan kulit yang bereaksi terhadap kekeringan berat, menggaruk, zat iritasi, atau alergi. Tipe dermatitis inilah yang disebut dermatitis kontak.
dr. Purnamandala, seperti dilansir kesehatanmuslim.com, mengatakan, dermatitis kontak adalah dermatitis yang disebabkan oleh bahan yang menempel pada kulit. Dermatitis kontak dibagi lagi menjadi dua yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.
Perbedaannya dari penyebabnya, jika dermatitis kontak iritan disebabkan memang karena bahan bahan yang menyebabkan iritasi seperti detergen, bahan pelarut, pelumas, Bahan bahan kimia yang bersifat asam ataupun basa, dan serbuk kayu.
Sementara, jika dermatitis kontak alergi disebabkan proses imunologi , biasanya penderita memiliki riwayat alergi ataupun atopik. Contoh kasus adalah orang yang alergi dengan jam tangan kulit. Untuk gejala keduanya sama hanya penyebutannya dan penyebabnya saja yang berbeda.
Pengobatan yang utama adalah pencegahan dari benda- benda yang alergi ataupun iritan. Seperti contoh dermatitis kontak iritan akibat detergen, pasien dianjurkan mencoba mengganti detergen.
Seperti kasus terjadi sering pada detergen bubuk, sebaiknya dicoba diubah dengan detergen yang cair.
Jika sudah diganti tetap terjadi dermatitis kontak, sebaiknya saat mencuci pasien menggunakan sarung tangan atau sampai sepatu boot untuk mencegah terjadinya dermatitis kontak Iritan.
Pada dermatitis kontak alergi bisa dicari alergi apa saja dengan test patch atau uji tempel sehingga bisa diketahui alergi pada kontak apa saja, sehingga bisa dicegah terjadinya dermatitis kontak alergi.
Pada pasien dermatitis kontak sebaiknya jangan terlalu sering digaruk dengan keras karena akan menyebabkan infeksi sekunder karena garukan.
Sebab, kulit juga merupakan pertahanan tubuh paling luar.
Untuk penatalaksanaan medis diberikan anti histamin sebagai pengurang gejala gatal lalu bisa diberikan salep kortikosteroid yang berbeda beda indikasi tiap lapisan kulit.
Jika ada infeksi sekunder penting diberikan salep antibiotik. Sebaiknya pasien mengkonsulkan ke dokter terdekat dalam pengobatan atau penatalaksanaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/gatal_20160710_203617.jpg)