Waspadai 7 Jenis Kelainan Penis pada Bayi Laki-laki Anda
Angka kejadiannya memang kecil, namun penting menjadi perhatian orangtua, karena akan memengaruhi tugas reproduksi
Umumnya, posisi lubang kencing yang normal terletak di ujung batang penis. Lubang kencing yang tidak pada posisinya, bisa terletak di mana saja di sepanjang batang penis, dinamakan hipospadia. Bisa di bagian atas (epispadia) atau di bagian bawah penis (hipospadia).
Bentuk lubang yang sangat kecil menyebabkan kebanyakan orangtua tidak mengetahui kondisi ini. Orangtua dapat menandai, saat si buah hati buang air kecil dan air seni yang dikeluarkan tidak berasal dari tempat yang semestinya.
Untuk mengatasi ini, harus dilakukan koreksi melalui bedah plastik agar dapat dibuatkan lubang kencing pada tempat yang semestinya.
4. Hidrokel
Hidrokel adalah terdapatnya cairan didalam skrotum, bisa pada satu skrotum ataupun keduanya. Akumulasi cairan dalam skrotum.
Ini dapat terjadi karena adanya gangguan distribusi cairan pada pembuluh vena yang terdapat dalam skrotum dan longgarnya jaringan selaput atau ligamen yang membatasi rongga perut dengan skrotum.
Hidrokel adakalanya terjadi bersama dengan hernia inguinal. Umumnya hidrokel tidak memberikan gejala, hanya tampak skrotum dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan ukuran normalnya. Pada pemeriksaan dengan cahaya dapat ditemukan adanya transluminasi.
Biasanya hidrokel dapat terjadi pada bayi-bayi yang baru lahir dan dapat terserap dengan sendirinya maksimal sampai usia 12 bulan. Bila hidrokel menetap sampai usia 12 bulan, dokter akan melakukan tindakan medis berupa pembedahan.
5. Undencensus testis/testis terlambat turun
Testis yang terlambat turun ini bukan tergolong kelainan, jadi tergolong normal. Testis hanya mengalami keterlambatan turun ke kantongnya. Ibu dapat menunggu dengan rentang waktu toleransi sekitar 3—6 bulan. Ini ditandai dengan tidak adanya testis yang tampak.
Langkah pertama, bila belum turun, umumnya dokter akan mencari tahu terlebih dahulu, apakah karena kelainan hormonal atau kelainan anatomik. Bila karena kelainan hormonal, dapat dilakukan terapi hormon.
Langkah berikutnya, harus dicari tahu dulu posisi testis tersebut sebelum turun, dengan melakukan pemeriksaan ultrasonogra (USG). Dengan demikian dapat diketahui, posisi testis, apakah masih jauh atau sudah dekat.
6. Hermaphrodit
Ini ditandai dengan ukuran penis yang kecil. Umumnya disebabkan oleh mutasi gen atau kelainan kromosom. Gejala yang dapat diamati adalah skrotumnya tidak membentuk buah zakar alias tampak kecil, menyerupai bibir vagina.
Sering juga disebut bingung kelamin (ambiguous genitalia). Atau, dapat pula ditandai dengan penis kecil sehingga tampak seperti klitoris, sementara skrotumnya sering disangka sebagai bibir vagina (labia).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bayi_20160602_112454.jpg)