Menguak Sekelumit Kisah Pilu Anak-anak Blasteran 'oleh-oleh' TKI
pada umumnya anak-anak itu lahir di luar pernikahan resmi atau ibunya mengalami pemerkosaan
Ditambahkannya perwakilan pemerintah Indonesia di negara bagian Malaysia itu sudah sering mengeluarkan surat perjalanan laksana paspor untuk anak-anak yang kelahirannya tidak direncanakan atau bahkan tak diinginkan dari ibu WNI. Dengan surat itu pula, maka status anak itu sah sebagai warga negara Indonesia.
Sesampainya di Indonesia, anak-anak tersebut semestinya dibuatkan Akta Kelahiran, walaupun banyak dari keluarga mereka yang tidak mengurusnya, atau baru mengurusnya beberapa tahun kemudian ketika para kader desa melakukan pendataan.
Bupati Lombok Timur mengakui persoalan anak-anak yang kelahirannya tidak direncanakan di kalangan TKI memang ada. Namun dia menegaskan status anak-anak tersebut tidak menjadi masalah di tataran praktis.
"Saya mengedepankan segi kemanusiaan. Dia sudah datang dan dia manusia maka ia harus diberi penghargaan sebagai manusia dan dihargai," tegasnya.
Direktur Yayasan Tunas Alam Indonesia (Santai) Suharti berpendapat jaminan bupati Lombok Timur itu dapat membantu mengatasi stigmatisasi terhadap anak-anak TKI yang lahir dari ayah orang asing atau mereka kelahirannya tidak direncanakan.
Yang jelas, lanjutnya, mereka butuh perlindungan dan perlakuan setara dengan anak-anak yang lain.(*)