Rabu, 15 April 2026

Otak Pembakaran Satu Keluarga Ini Juga Keluarga Sendiri Mirip Kasus Andi Lala

Kasus pembakaran rumah yang menyebabkan tewasnya satu keluarga di Medan Tuntungan akhirnya menemukan titik terang.

Editor: fitriadi
Tribun-Medan.com/ Jefri Susetio
Empat peti jenazah korban kebakaran diletakkan sejajar saat acara adat di Jambur Gotong Royong Pancurbatu, Kamis (6/4/2017). 

BANGKAPOS.COM, MEDAN - Kasus pembakaran rumah yang menyebabkan tewasnya satu keluarga di Jalan Lau Cih Kuta, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan akhirnya menemukan titik terang.

Satu persatu tersangka sudah ditangkap, termasuk dalang pembakaran rumah milik mendiang Marita Sinuhaji (58) itu.

Baca: Istri Andi Lala Sehari-hari Pakai Alat Membunuh Selingkuhannya Untuk Menumbuk Makanan

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah ketika dihubungi Tribun belum mau banyak memberikan keterangan.

Ia sempat terlihat berpikir lama sembari memejamkan mata ketika ditanya mengenai perkembangan kasus ini.

"Hmmm, ada, tunggu sebentar. Ada lima semuanya," kata Febriansyah, Senin (17/4/2017). Ditanya mengenai identitas masing-masing tersangka, Febriansyah geleng kepala.

"Besok sajalah. Besok akan disampaikan oleh Kapolda. Beliau yang jawab itu semua," kata perwira berpangkat dua melati emas di pundak ini.

Baca: Fakta Baru Terungkap, Andi Lala Ternyata Pernah Habisi Teman Gara-gara Sering Tiduri Istrinya

Sumber Tribun Medan di kepolisian menyebutkan, otak pelaku pembakaran disertai pembunuhan ini adalah JMG. Wanita ini masih memiliki hubungan kekerabatan dengan mendiang Marita.

Adapun korban tewas dalam kasus ini masing-masing Marita, anaknya Frengki (31), serta dua cucunya Selvi (5) dan Kristin (3). Keempatnya ditemukan tewas terbakar di dapur.

Beberapa pria bertopeng datang menyiramkan bensin dan membakar rumah yang berdiri di bekas lintasan rel kereta api tersebut.

Baca: 10 Bom Nuklir Super Dahsyat Sedunia, Bisa Bikin Pulau Jawa Lenyap Hanya Dalam 5 Detik

Warga sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut saat melihat rumah Gandi Ginting terbakar. Apalagi, empat penghuni rumah tersebut meninggal dalam posisi bergelimpangan.

Menurut penuturan tetangga korban, tak ada jeritan minta tolong saat si jago merah melahap rumah Gandi.

"Kami tidak ada mendengar suara apa pun dari dalam rumah. Tidak ada suara orang minta tolong atau berteriak. Padahal, kami lihat api tidak langsung besar," ujar Tarigan, tetangga korban kepada Tribun Medan/www.tribun-medan.com, kemarin.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved