Sabtu, 25 April 2026

Kekurangan Pemeran Pria, Produser 'Film Panas' Incar Para Pria dari 2 Negara Ini

Karena itu, satu perusahaan produksi film panas rela terbang ke negara tetangga Indonesia ini demi merekrut

Editor: Iwan Satriawan
net
Salah satu produksi video porno di Jepang. 

"Kami sekarang berharap bisa menemukan lagi aktor bertalenta di audisi Malaysia, yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur."

"Saat ini, kami sedang dalam proses mencari tempat audisi yang sesuai."

Audisi tersebut dikabarkan akan diselenggarakan pada pertengahan Juni mendatang.

Setahun Produksi 80 Ribu Viedo Porno

Jepang adalah penghasil industri video porno terbesar di dunia. Tak kurang dari 80 ribu video porno dihasilkan dalam setahun.

Para pemeran dalam video porno itu ada yang menjadi selebritis kaya raya.

Legalnya pornografi di Jepang untuk memproduksi, menjual dan menyebarluaskan konten pornografi, karena sejak dahulu kala, masyarakat Jepang sudah terbiasa dengan hal itu.

Di Jepang, industri film porno dilegalkan dengan alasan untuk menekan tindak kejahatan seksual.

Dan ternyata, angka pemerkosaan ataupun pelecehan seksual di sana sangat rendah.

Dari catatan kepolisian, tak ada catatan kejahatan diakibatkan kecanduan film porno.

Selain hukuman yang sangat berat untuk kasus pelecehan seksual, dalam tradisi masyarakat Jepang sendiri, orang yang melakukan itu dianggap gila.

Lucunya, orang Jepang juga tidak memandang rendah setiap artis porno karena pekerjaan itu dianggap bukan hal yang tabu.

Justru, praktik-praktik prostitusi yang dianggap rendah dan pemerintah Jepang melarang tempat-tempat prostitusi.

Tahun 2014, Jepang meluncurkan UU pornografi anak. Salah satunya, melarang anak-anak untuk memiliki konten porno.

Hanya saja, heboh dan glamornya industri pornografi di Jepang ternyata tidak seperti yang dibayangkan.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved