Rabu, 29 April 2026

Kekurangan Pemeran Pria, Produser 'Film Panas' Incar Para Pria dari 2 Negara Ini

Karena itu, satu perusahaan produksi film panas rela terbang ke negara tetangga Indonesia ini demi merekrut

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
net
Salah satu produksi video porno di Jepang. 

Tidak semua bintang porno di Jepang yang hidup kaya raya seperti Maria Ozawa, Sora Aoi atau sederet bintang lainnya.

Banyak artis Jepang yang terjebak dalam industri ini karena iming-iming menjadi supermodel, bintang film serta pendapatan yang besar.

Namun, mereka sulit untuk melawan karena jika usianya dianggap sudah dewasa, 18 tahun, pengadilan akan sulit mengabulkan gugatannya.

Saki Kozai, seorang bintang porno yang meninggalkan profesi itu mengaku, awalnya ia mendapat tawaran kerja setelah juara sebagai model pramuka di sebuah kota.

Ia yang saat itu berusia 24 tahun pun berangkat ke Tokyo karena tawaran pekerjaan tersebut, lalu menandatangani kontrak dengan sebuah agen model.

Hasri pertama bekerja, Kozai lkangsung disuruh membuka pakaian dan berhubungan seks di depan kamera.

"Saya tidak bisa melepas pakaian saya. Semua bisa saya lakukan sambil menangis," ceritanya kepada AFP.

"Ada sekitar 20 orang di sekitar saya, menunggu. Tidak ada wanita yang bisa mengatakan 'tidak' ketika mereka dikelilingi sejumlah pria dan memaksanya (melakukan) seperti itu," katanya.

Saat ini Kozai berusia 30 tahun. Ia akhirnya menyatakan berhenti karena sudah lelah melakukan ribuan kali adegan porno.

Sisi gelap industri porno Jepang memang jarang dibahas, termasuk hak-hak mereka yang bekerja di dalamnya.

Namun, tentu saja mereka sulit mengeluhkan hal itu secara hukum karena mereka dibayar per jam.

Bintang baru dibayar 750 yen atau sekitar Rp 94 ribu per jam, bukan per produksi. Untuk satu adegan film, bisa butuh lia hingga delapan jam.

Film Jepang yang terkenal impresif hanyalah trik yang didramatisir saja, meskipun hal itu banyak dikecam oleh aktivis perlindungan perempuan dan hak asasi.

Banyak yang menggugat perlakuan tidak adil terhadap mereka, termasuk melakukan adegan brutal. Tetapi umumnya kandas.

Satu-satunya kasus gugatan pemeran film porno di Jepang yang berhasil terjadi Juni lalu, terkait tuduhan terhadap agen yang memaksa seseorang untuk tampil di lebih 100 video porno.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved