Kamis, 30 April 2026

Rutin Minum Obat Pencernaan, Risiko Mengejutkan Seperti Ini yang Didapat Penderitanya

Obat pencernaan yang dikonsumsi setiap hari oleh jutaan orang di Inggris dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Tayang:
Editor: Alza Munzi
http://1.bp.blogspot.com
Ilustrasi 

Studi Stanford terhadap 3 juta orang, yang diterbitkan pada bulan Juli 2015, menyebutkan orang-orang yang memakai PPI 16 sampai 21 persen lebih mungkin terkena serangan jantung.

Studi ini hanya melihat PPI, dan kemungkinan risiko tidak mencakup perawatan gangguan pencernaan lainnya, seperti perawatan antasida yang menetralkan asam lambung berlebih.

John Smith, kepala eksekutif Asosiasi Proprietary of Britain, asosiasi perdagangan yang mewakili produsen obat bebas, mengatakan,

"Temuan ini harus ditangani dengan sangat hati-hati."

Baca: Tak Perlu Ngotot Ingin Langsing, Wanita Bertubuh Padat Berisi Ternyata Memiliki Kelebihan Ini

"Ini adalah studi observasional, pengarangnya mengakui bahwa tidak ada kesimpulan tegas yang harus dilakukan mengenai sebab dan akibat."

"Penelitian ini hanya melihat penggunaan PPI yang diresepkan, yang biasanya digunakan pada dosis tinggi dan untuk jangka waktu yang lebih lama."

Baca: Pulang dari Salon, Ibu Syok Anaknya Tiba-tiba Menjerit, Tak Disangka Ini yang Terjadi

Selain itu, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk fakta bahwa pengguna PPI yang terlibat dalam studi ini berusia lanjut.

Sehingga dimungkinkan telah memiliki kondisi kesehatan lain yang mendasarinya.

Para periset tidak dapat memperoleh informasi tentang penyebab kematian mereka.

Baca: Kisah Seorang Kakak yang Berjuang Demi Mengobati Adiknya Sakit Leukimia Bikin Berurai Air Mata

Obat PPI memberikan manfaat kesehatan yang penting.

"Obat jenis PPI adalah cara yang efektif dan tepat untuk mengatasi penyakit jangka pendek seperti mulas dan gangguan pencernaan. Jika digunakan sesuai dengan petunjuk paket yang jelas dan selebaran informasi pasien di dalamnya."

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved