Mengenal Lebih Dalam Sosok Semaun dan Pengaruhnya di Indonesia Kala Itu
Anggota SI menjadi PKI tidak mengetahui bahwa di dalam ajaran sosialismenya Marx itu terkandung ajaran yang bertentangan dengan Islam
Sejak itu namanya menjadi terkenal di kalangan anggota SI. Kegiatan Semaun itu segera menarik perhatian pimpinan SI setempat.
Semaun yang masih muda belia itu lalu diangkat mendjadi sekretaris lokal SI di Surabaya.
Sebagai pengurus SI ia makin bertindak aktif di lapangan sosial. Usahanya untuk memperbaiki nasib para petani di atas kini ditingkatkan dengan jalan menuntut kepada pemerintah, agar dihapuskan semua tanah partikelir, dan membagikannya kepada para petani penggarapnya.
Tetapi tokoh Semaun waktu itu masih terlalu kecil. Tuntutannya dianggap sepi. Ia kemudian mencari jalan lain untuk menarik perhatian pemerintah Belanda.
Semaun tahu bahwa pada saat itu ada usaha dari pihak Jepang untuk mencari simpati rakyat Indonesia.
Ia kemudian menghubungi seorang bankir Jepang di Surabaya dan memberi anjuran agar pihak Jepang mau melikuidasi tanah-tanah partikelir di Surabaya, dan kemudian melakukan perbaikan-perbaikan sosial para petani di daerah itu.
Agar nanti Jepang akan memperoleh simpati dari para petani Indonesia.
Anjuran Semaun itu mendapat tanggapan positif dari bankir Jepang itu, dan yang lebih panting lagi, usahanya itu kemudian dapat pula menarik perhatian pemerintah dan parlemen Belanda.
Parlemen Belanda yang merasa cemas kalau-kalau Jepang sampai mendapat keuntungan dengan adanya kepincangan-kepincangan di tanah partikelir itu lalu menuntut kepada pemerintah agar tanah-tanah partikelir dihapuskan.
Tuntutan tersebut secara berangsur-angsur kemudian dilaksanakan oleh pemerintahs Belanda.
Berkenalan dengan Sneevliet
Ketenaran Semaun di Surabaya segera menarik perhatian seorang sosialis Belanda, Sneevliet, ketua, I.S.D.V (Indische Sosiaal Democratische Vereniging) dan V.S.T.P. (Vereniging van Spoor en Tramweg Personcel = Persatuan Buruh Kereta api dan Trem) di Semarang.
Sneevliet menyadari bahwa I S.D.V dan V.S.T.P. yang tak mempunjai massa rakyat itu membutuhkan seorang tokoh propagandis Indonesia yang bisa memikat hati rakyat banyak.
Itulah sebabnya, Sneevliet kemudian mendekati pemuda Semaun dan mencoba memikatnya. Perkenalan pertama Semaun dan Sneevliet terjadi di Surabaya pada tahun 1915 dan dari padanya Semaun kemudian belajar berkenalan dengan ajaran sosialisme.
Baca: Istri Jenderal Achmad Yani Sering Menangis Pegangi Baju Suami yang Ada Bekas Darahnya