Kamis, 23 April 2026

Mengerikan, Daripada Tertangkap Musuh, Pasukan Panzer SS Ini Lebih Memilih Bunuh Diri

Selama berkuasa, Adolf Hitler banyak memiliki pasukan fanatik yang dikenal kejam. Salah satunya Leibstandarte SS Adolf Hitler

Editor: Iwan Satriawan
Warhistoryonline
Pasukan berani mati Nazi Jerman 

Pasukan LLSAH di bawah komando Wilhem Mohnke juga bertempur secara menonjol di Ardennes dan untuk sementara berhasil memukul mundur pasukan Sekutu (Operation Wacht am Rhein).

Ketika Nazi Jerman makin terpojok disusul oleh aksi bunuh diri Hitler, pasukan LSSAH bahkan masih bertempur secara gigih hingga perang berakhir.

Dalam upaya menghindari penangkapan pasukan Sekutu atau Rusia, sisa-sisa pasukan LLSAH memilih terus bertempur atau bunuh diri.

Bertempur Hingga Titik Darah Penghabisan Pasukan panser Totenkopf

nazi
nazi ()

Salah satu Divisi yang menjadi andalan Waffen SS adalah SS-Panzer Division Totenkopf atau juga dikenal sebagai 3. SS Panzergrenadier-Division Totenkopf serta 3.SS Panzer-Division Totenkopf.

Divisi panser yang memakai lambang tengkorak (Totenkopf) ini dibentuk pada bulan Oktober 1939 dan para personil pasukannya mayoritas berasal dari penjaga kamp konsentrasi.

Satuan yang kemudian bergabung dengan Totenkopf adalah 1st, 2nd, 3rd, Standarten dari unit SS-Totenkopfverbande.

Pasukan Division Totenkopf yang dalam misi tempurnya bertarung secara fanatik menggunakan persenjataan rampasan dari Chekoslovakia dan dikomandani oleh SS-Obergruppenfuhrer Theodor Eicke.

Seperti divisi Waffen SS lainnya, Totenkopf terlibat pertempuran di berbagai medan dan para pasukannya dikenal sebagai prajurit brutal serta kejam.

Salah satu kekejaman Totenkopf adalah aksi pembantaian terhadap 99 personil tentara Inggris dari Royal Norfolk Regiment yang sudah menyatakan menyerah.

Pembantaian berlangsung di Le Paradis, Perancis, tempat markas 4th Kompanie I Abteilung yang saat itu dikomandani oleh SS-Oberstrumfuhrer Fritz Knochlein.

Sebagai pasukan tempur yang memakai lambang tengkorak dan itu berarti berani berperang sampai mati, prajurit Totenkopf membuktikan prinsip itu ketika menyerbu Rusia (Operation Barbarossa).

Pada pertempuran yang berlangsung di kawasan Demjank Pocket pasukan (April 1941) pasukan Totenkopf yang terkepung mengalami kerugian besar karena lebih dari 50% prajuritnya tewas.

Dengan pasukan yang tersisa, sekitar 120 orang, komandan Totenkopf SS-Hauptstrumfuhrer Erwin Mejerdress membangun kekuatan baru dan berhasil memecah kepungan musuh.

Pasukan Totenkopf yang terkepung pun berhasil bergabung dengan unit lainnya untuk selanjutnya melancarkan serangan balik.

Sumber: Intisari
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved