Bisnis Tanaman Hias Kaktus dan Sekulen Bawa Rejeki
Siang itu, pukul 14:00 Inda Permata Sari sedang asik menata bunga dagangannya. Jauh-jauh dari Bandung, kaktus dan tanaman sekulen
Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Siang itu, pukul 14:00 Inda Permata Sari sedang asik menata bunga dagangannya.
Jauh-jauh dari Bandung, kaktus dan tanaman sekulen membawa rejeki padanya. Ia mengaku dalam sebulan bisa meraup keuntungan sekitar 4 juta rupiah, Kamis (19/10).
Mengawali usaha di bidang kegemarannya menjadi kunci kesuksesan Inda Permata Sari. Banyak orang belum menggarap serius bisnis tanaman hias kaktus dan sukulen di Bangka. Namun di tangan perempuan tersebut menjadi bisnis menjanjikan.
Indah menceritakan mulanya mencari sejumlah tanaman buat dipelihara sendiri. Saat melihat kaktus dan sekulen, dirinya begitu tertarik ukurannya yang mungil dan bentuknya unik. Lamban laun teman-teman sekitar banyak turut tertarik pula, walaupun penuh duri bisa jadi tanaman hias yang banyak digemari.
“Saya sangat menyukai bunga dan tumbuhan. Saat teman-teman melihat kaktus dan sekulen ternyata mereka juga ikutan suka. Selain itu masih jarang di jual,” kata Inda
Membaca peluang tersebut, sejak dua bulan lalu Indah berpikir memulai usaha tanaman itu. Iapun, perlahan menawarkan kepada rekan-rekannya dan melanjutkan promosi melalui media sosial. Ia memperkirakan bisnis budidaya tanaman gurun bisa semakin bergairah.
Menurut Inda, kaktus tidak lagi digambarkan sebagai tanaman menyeramkan karena bentuknya bisa dibuat semenarik mungkin. Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat saat Indah mempromosikan dagangannya di facebook. Daya pikat tumbuhan itu mampu membuat orang-orang jatuh cinta.
“Alhamdulillah peminatnya banyak. Pertama kali ngepos banyak yang mau beli dan bertanya-tanya karena masih dianggap asing. Mereka paling suka yang berbentuk mawar,” ujar Inda
Inda mematok harga Rp 15.000 s.d Rp 30.000 perpot, tergantung ukuran tanaman. Namun, ada harga khusus, yaitu 10 pot Rp 100.000, dan 20 pot Rp 200.000. Beralamat Barurusa, Kampung Pasir depan kantor camat, komplek PLTD No. 6.
“Kami antarkan tanamannya tapi ada juga yang datang ke rumah. Biasanya, mereka memberi kabar dulu. Sebab, gak setiap hari tanamannya tersedia,” jelas Inda
Perjalanan usaha kaktus dan sukulen Inda tidak selalu berjalan mulus dan memiliki kendala, satu diantaranya masalah pengiriman. Mengingat tanaman itu dari Lembang, ia cukup dipusingkan karena takut kaktusnya mati kelamaan di jalan. Tak heran, ketika sampai di rumah banyak layu atau mati.
Tak pelit berbagi tips perawatan kaktus dan sekulen, Inda menjelaskan tanaman di siram atau di semprot secukupnya 2 kali seminggu. Setelah di siram, jemur 1-2 jam dan hindari air hujan secara langsung. Media lebih baik di ganti berkala tiga bulan sekali, jangan terlalu basah dan kering.
Inda berharap usahanya terus berkembang, tidak sebatas kaktus dan sekulen saja. Ia ingin menggeluti tanaman lainnya, selain itu dirinya juga bercita-cita memiliki tokoh. Serta, suatu saat nanti mampu mendirikan taman bunga di Bangka guna menjadi daya tarik pariwisata.
Satu diantara kolektor kaktus dan tanaman sekulen, Amanda Fauzia mengaku dirinya sudah jatuh cinta dengan bentuk dan keunikan tumbuhan itu. Pertama kali membeli sekitar dua bulan lalu, di Alun-alun Taman Merdeka. Sedikit demi sedikit kaktus miliknya tumbuh dan berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/inda-permata-sari-dan-tanaman-hias-dagangannya_20171019_205201.jpg)