Soal Seks, Ini Pengaruhnya pada Pria yang Disunat dengan Tidak Disunat
Sunat biasanya tidak diwajibkan secara medis, namun dapat dilakukan untuk berbagai alasan (tradisi budaya, keyakinan agama, kebersihan pribadi)
Perubahan ini bisa mengakibatkan sensitivitas menurun selama hubungan seksual, terutama dari “reseptor saraf sentuhan,” yang sangat responsif terhadap sentuhan ringan.
Namun, para pakar berargumen bahwa sentuhan ringan tidak harus menjadi satu-satunya jenis rangsangan yang dibutuhkan saat berhubungan seks.
“Selama hubungan seksual seseorang cenderung tidak menggunakan sentuhan ringan; sentuhan justru lebih dalam, dan bagian yang berbeda dari tubuh menjadi sensitif dengan cara yang berbeda,” kata Debby Herbenick, Ph.D, profesor seks, dilansir dari Men’s Health.
Di sisi lain, berkat insensitivitas dari penebalan kulit kepala penis setelah sunat, Anda mungkin akan dapat menunda orgasme.
Dalam sebuah studi di Turki, pria dewasa yang disunat saat dewasa diminta untuk mengukur waktu lama mencapai klimaks, sebelum dan sesudah sunat.
Mereka melaporkan adanya tambahan penguluran waktu hingga 20 detik setelah disunat.
2. Kebersihan
Penis yang tidak disunat
Pada kepala penis, ada kelenjar yang memproduksi cairan, disebut smegma, yang memungkinkan kulup untuk bergerak membuka dan menutupi puncak kepala penis dengan mudah.
Ketika kepala penis tidak rutin dibersihkan, cairan ini menumpuk bersama sel kulit mati, bakteri, kuman, kadang juga pasir dan kotoran sehingga memproduksi bau tidak sedap dan bisa mengiritasi kulit, menyebabkan peradangan atau bahkan infeksi baik pada kulup atau kelenjar.
Tapi, smegma pada umumnya tidak berbahaya dan dapat dengan mudah diatasi dengan kebersihan pribadi yang baik. Secara umum tidak perlu menghubungi dokter.
Penis yang disunat
Tidak adanya kulit kulup akan menghemat waktu saat membersihkan tubuh, walaupun tidak scara signifikan. Namun, beberapa wanita mungkin merasa lebih ‘bersih’ saat berhubungan seks dengan pria yang disunat.
Hal ini bisa meningkatkan fungsi seksual wanita,” kata ginekolog Alyssa Dweck, M.D, dilansir dari Shape.
3. Kesehatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sunat_20170613_220459.jpg)