'Tendangan Kungfu' Wali Kota Mataram dan Wakilnya Kompak Jadikan Anggota Satpol PP Samsak Hidup

Satu per satu mereka harus menerima bagian perut dan dada ditendang. Rasanya tentu sesak dan sakit di dada dan perut. Ada yang sampai ...

'Tendangan Kungfu' Wali Kota Mataram dan Wakilnya Kompak Jadikan Anggota Satpol PP Samsak Hidup
Walikota Mataram, Ahyar Abduh, tendang anggota Polisi Pamongpraja (Foto: Lombok Post) 

Baca: Astaga, Kelakuan Bocah Di Dalam Lift ke Teman Wanitanya Mengejutkan, Terekam Kamera CCTV!

Aksinya tentu saja membuat terheran-heran semua yang hadir.

Sebagian berpikir, Ahyar sedang melampiaskan emosi.

Namun lama kelamaan, peserta upacara sertijab sadar bahwa yang dilakukan Ahyar itu hanya sebagai bentuk simulasi pribadinya untuk menguji ketahanan fisik anggota Pol PP.

Baca: Tak Ambil Pusing, BNN Beberkan Bukti Ada Penghianat Negara yang Lindungi Mafia Narkotika di Lapas

Tidak asal sigap, ia menginginkan personel Sat Pol PP Kota Mataram siap menghadapi gangguan keamanan, utamanya back up aparat TNI dan Polri dalam menjaga kamtibmas selama Pilkada 2018.

Melansir laman globalfmlombok.com, Walikota Mataram, saat melantik kedua pejabat itu menyampaikan, pengisian dua jabatan kosong itu sudah sesuai dengan aturan.

Baca: Disangka Mahasiswa Baru, Dosen Ini Dilabrak Cewek, Angkatan Berapa Lo? Lalu Ini yang Terjadi

Di dalam Peraturan KPU, pimpinan daerah yang akan ikut Pilkada dilarang untuk melakukan mutasi atau pengisian pejabat enam bulan sebelum penyelenggaraan Pilkada.

Akan tetapi, pengisian dua jabatan kosong ini sangat dibutuhkan dan sudah melalui rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Baca: Di Depan Nagita, Beginilah Jawaban Raffi Ahmad Ditanya Soal Kabar Ayu Ting Ting Akan Menikah

“Kewenangan PLT terbatas sehingga harus segera isi kekosongan. Ini sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yakni melalui tim pansel. Ini terkait dengan walikota  mau pilkada makanya harus ada rekomendasi KASN.  Karena sesuai PKPU, kepala daerah yang mau pilkada dilarang lakukan mutasi  dan pengisian pejabat kecuali atas izin Mendagri”,katanya.

Saat itu, Ahyar juga menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan oleh pejabat yang telah dilantik.

Baca: Setelah Viral, Dianggap Lecehkan TNI, Dua Host Cantik Dahsyat Ini Banjir Kecaman dari Warganet

Untuk itu, ia meminta semua pejabat lingkup Pemkot Mataram, terutama yang baru dilantik untuk bekerja dengan baik.

Jangan sampai, mereka hanya semangat saat dilantik saja dan setelah itu semangat kerjanya menurun. Ia mengatakan, pimpinan daerah akan tetap melakukan evaluasi kinerja pejabat untuk perbaikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca: Buat Warganet kebelet Nikah, Inilah 6 Selebriti Indonesia yang Suka Umbar Kemesraan di Ranjang

“Ini amanah,  apa sumpah jabatan supaya dipegamg teguh.  Sudah tanda tangan fakta integritas dilaksanakan dengan baik. Jangan malas setelah ini, biasanya begitu”, tegasnya.

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved