Fakta Ilmiah Tentang Jenglot Miliki Karakteristik DNA Manusia Tapi Tak Punya Ini
Kemarin warga Surabaya dibuat geger dengan penemuan jenglot di Pantai Watu-Watu, Bulak beberapa waktu lalu
BANGKAPOS.COM - Kemarin warga Surabaya dibuat geger dengan penemuan jenglot di Pantai Watu-Watu, Bulak beberapa waktu lalu.
Jenglot itu diduga dibuang oleh seseorang yang tidak dikenal diantara bebatuan yang ada di pesisir pantai. Kini benda tersebut diamankan di kantor Kecamatan Bulak.
Banyak orang yang penasaran apa sebenarnya jenglot itu. Rupanya, jenglot pernah diteliti oleh seorang ahli.
Dan saat dilihat hasilnya, penelitian itu menemukan fakta mencengangkan. Selain itu beredar pula berbagai mitos soal makhluk yang dianggap punya energi mistis yang besar.
Apa saja fakta dan mitos seputar jenglot ?
Baca: Waspada ATM di 64 Bank Sudah Dibobol, Polisi Duga Ada Keterlibatan Orang Dalam
Berikut penjabarannya:
1. Hasil DNA
Mengejutkan Seorang peneliti asal UI, Djaja Surya Atmaja berkesempatan meneliti jenglot.
Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa contoh kulit jenglot yang diperiksa memiliki karakteristik sebagai DNA (deoxyribosenucleic acid) manusia.
Namun ia menuturkan masih belum bisa memastikan 100 persen kalau jenglot adalah manusia.
Karena bisa saja penyelidikannya meleset karena sampelnya terkontaminasi. Seperti kulit jenglot yang pernah terpapar olesan darah manusia
Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Bocorkan Waktu Soal Dirinya Berdandan, Ternyata Cuma Segini
2. Struktur Tulang
Sementara itu, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Budi Sampurna DSF di bagian Forensik RSCM, didapat bahwa jenglot tidak memiliki struktur tulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-jenglot_20151220_084504.jpg)