Yuk Doakan Ruben Onsu, Terungkap Apa yang Sebenarnya Diderita Ruben Hingga Bahaya Mengerikannya

"Ambruk pada hari kedua selesai live yang siang. Saat itu napas sudah sedikit. Saya jalan sama Ayu (Ting Ting), saya tinggalin Ayu, saya cari.."

Yuk Doakan Ruben Onsu, Terungkap Apa yang Sebenarnya Diderita Ruben Hingga Bahaya Mengerikannya
DOK PRIBADI/tribun-timur
Kemesraan pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah. 

Baca: Polisi Ini Pernah Gerebek Istrinya, Kini Giliran Si Polisi Digerebek Istri Saat Terciduk Tak Berbaju

Penyebabnya karena Ruben kekurangan asupan protein dalam tubuhnya.

Untuk itu, sang suami wajib mengonsumsi sembilan butir putih telur setiap harinya dan rutin meminum susu putih demi menambah protein.

Lama-kelamaan berat badan suaminya itu sudah berangsur naik.

Baca: 24 menit, Jenderal Bintang 2 Ini Berdiri Dibelakang Ustaz Somad Saat Ceramah di Al Markas

Bahkan, dalam wawancara di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (26/3/2018), Ruben mengaku bobotnya sudah 62 kilogram saat ini.

"Gue sekarang udah 62 kilogram, udah mulai kembali engap-engap lagi," ujarnya.

Baca: Terungkap, Melly Bradley Ternyata Ikuti Jejak Lucinta Luna Sudah 2 Bulan Lalu, Ini Pengakuannya

Wajah Berjerawat
Selain tubuhnya yang menjadi kurus, ada perubahan lain pada Ruben setelah jatuh sakit.

Wajahnya dipenuhi jerawat hingga lagi-lagi membuat warganet bertanya-tanya.

Tak mau opini orang-orang melenceng, Ruben pun menjelaskan penyebab wajahnya bisa berjerawat.

Ia mengatakan bahwa setelah jatuh sakit karena kekurangan protein, dokter menyarankan padanya untuk rutin meminum susu berprotein tinggi.

Baca: Bukan Orang Sembarangan, Ternyata Hanya Pria Ini yang Berani Perintah Ustaz Abdul Somad

Sebagai penyeimbang, Ruben juga harus rajin olahraga.

Walaupun sudah berencana berolahraga setiap pagi sebelum berangkat bekerja, Ruben belum bisa memenuhi targetnya itu.

"Kayak orang-orang yang mau bikin otot minum susu itu. Nah, tapi saya kapan olahraganya? Tidur aja berantem, dalam arti gue acara aja baru selesai jam 2 atau 3 pagi. Terus tidur jam 4 atau 6 pagi. Thalia bangun tidur jam 7, manggil-manggil ayah... ayah..., terus saya melek lagi," kata Ruben.

Baca: Akhirnya, Gedung Putih Bantah Skandal Trump dengan Danniels, Trump: Terlalu Banyak Berita Palsu!

"Makanya gimana mau olahraga gitu, itu aja udah berantem sama waktu. Jadi ya gini, berjerawat," sambungnya.

Dampak Kekurangan Protein
Kekurangan protein juga ikut memengaruhi laju pertumbuhan rambut.

Tidak hanya itu, kekurangan protein juga bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh. 

Baca: Pakai Tanktop Putih, Nikita Mirzani Singgung Isu Transgender, Teman Duet Lucinta Luna Sindir Ini

Yuk, cari tahu dampak kekurangan protein lain yang perlu waspadai di sini.

Pada dasarnya, protein memiliki peranan yang cukup besar bagi tubuh.

Jaringan tubuh, otot, organ dan sistem kekebalan tubuh memiliki protein sebagai bahan dasar di dalamnya.

Baca: Cewek Tulen Jangan Sampai Iri, Ini 10 Transgender Tercantik di Thailand, Cantiknya Kebangetan!

Protein juga berperan dalam pembuatan sel darah merah bernama hemoglobin, yang tugasnya mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Bagi yang gemar berolahraga atau seorang binaragawan, tentu sudah familiar dengan peran protein dalam proses penggantian jaringan tubuh yang rusak dan pembentukan massa otot, dan mungkin pernah atau sedang menjalankan diet khusus yang terdiri dari makanan berprotein tinggi.

Protein juga merupakan bahan penting dalam pembuatan enzim, hormon, dan zat lain di dalam tubuh.

Baca: Viral, Gajah Ini Terlihat Merokok Ternyata Ini yang Sebenarnya Terjadi

Melihat besarnya kegunaan dan banyaknya jumlah protein yang dibutuhkan tubuh, protein dimasukkan sebagai salah satu dari makronutrien.

Kekurangan protein bisa sangat berpengaruh bagi kondisi kesehatan tubuh.

Beberapa dampak yang mungkin alami akibat kekurangan protein, antara lain:

1. Rambut rontok
Walau sebagian besar rambut rontok disebabkan oleh proses penuaan dan faktor genetik, namun kekurangan protein juga bisa menyebabkan rambut rontok.

Baca: Ternyata Insiden Limbad Kritis Hanya Gimik, Begini Tapi Nasib Putri Cantiknya di Instagram

Kekurangan protein sendiri bisa diakibatkan oleh diet tanpa protein maupun rendah protein, atau orang yang memiliki kebiasaan makan tidak normal, sehingga menderita kekurangan asupan protein.

Selama proses kekurangan protein, laju pertumbuhan rambut melambat dan semakin banyak folikel rambut yang memasuki fase istirahat.

Rambut yang tersisa akan menjadi lebih pendek dan berkurang jumlahnya, atau menipis.

Baca: Banyak yang Tak Tahu, Palau Ternyata Tetangga Indonesia Selain Malaysia, Singapura, dan Papua Nugini

2. Gangguan fungsi otak dan kesehatan mental
Tubuh yang kekurangan protein akan memiliki jumlah asam amino yang rendah pula.

Suatu zat di otak yang bernama neurotransmitter memerlukan 8 jenis asam amino penting yang berasal dari nutrisi makanan.

Asupan ini bisa diperoleh melalui makanan bersumber protein tinggi, seperti daging, susu, dan telur.

Baca: Siapa Sangka 6 Seleb Ini Udah Cantik dari Lahir, Gedenya Jadi Idola Para Pria, Lihat Fotonya Ini

Asam amino juga diperlukan untuk pembentukan dopamine dan serotonin yang berkaitan dengan suasana hati seseorang.

Kekurangan dopamine dan serotonin bisa membuat suasana hati menurun dan memicu perilaku kasar.

Mengingat perannya yang juga besar dalam pembentukan otot, khususnya otot jantung, maka kekurangan protein bisa memengaruhi kesehatan organ jantung.

Baca: Tak Disangka, Negara Kecil Tetangga Indonesia Ini Pro Amerika Saat Voting Soal Yerusalem, Ternyata

Namun, terlalu banyak protein juga tidak baik bagi tubuh karena bisa memicu kondisi yang bernama ketosis.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah cairan yang dikeluarkan tubuh, osteoporosis, penyakit jantung, diabetes, hingga kanker.

Pastikan mengetahui jumlah asupan protein yang dibutuhkan tubuh agar seimbang.

Baca: Maunya Yang Putih dan Bersih, Germo Prostitusi Online di Aceh Ini Berikan Pengakuan Tak Disangka

Diskusikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai angka kecukupan gizi yang sesuai dengan kondisi.

Jika mengalami gejala kekurangan protein, segera berkonsultasi pada dokter mengenai kondisi tubuh.(*)

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved