Kamis, 23 April 2026

Ramadan

Soal Tradisi Mandi Belimau Sambut Ramadan, Ustaz Abdul Somad Sebut Haram Jika Begini

Dia menyebutkan tradisi Melayu tidak lepas dari agama Islam. Termasuk mengenai mandi belimau menjelang bulan puasa Ramadhan

Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
kolase/ Instagram
Ustaz Abdul Somad saat mengisi tausiyah. 

BANGKAPOS.COM - Salah satu tradisi sebagian masyarakat Melayu menyambut datangnya bulan suci ramadan adalah tradisi Mandi Belimau.

Tradisi yang bertujuan mensucikan lahir dan batin guna menyongsong bulan penuh berkah tersebut di pulau Bangka masih dilakukan di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Berkaitan dengan tradisi ini Ustad Abdul Somad sempat membicarakannya kepada bangkapos.com secara khusus berbincang-bincang dengan Ustaz Abdul Somad di rumah dinas Gubernur Babel.

Momen ini sebelum Ustaz Abdul Somad memberikan ceramah di empat tempat selama dua hari di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/12/2017) lalu.

Hari pertama Ustaz Abdul Somad bertausiah di Masjid Al Huda Kampung Melintang, Kota Pangkalpinang, Rabu (6/12/2017) malam.

Dengan gayanya yang sederhana dan santai, Ustaz Abdul Somad menyambut penuh kehangatan.

Dalam sesi itu, Ustaz Abdul Somad mengisahkan soal suku Melayu dari Sumatera Utara, Riau, Kepri dan Babel.

Dia menyebutkan tradisi Melayu tidak lepas dari agama Islam.

Termasuk mengenai mandi belimau menjelang bulan puasa Ramadhan dan kegiatan lainnya.

Lalu, ada yang menyebutkan mandi belimau tidak ada dalam ajaran agama.

"Orang Melayu mandi belimau apa masalahnya. Orang Melayu dulu banyak tinggal di tepian sungai. Nah, ada tradisi Melayu tua

mandi belimau di dalam hutan pakai jeruk, asam. Kenapa mereka mandi di sungai, karena rumah dekat sungai. Kok pakai limau,
ya untuk membersihkan tubuh."

"MUI bilang haram, haramnya di mana mandi belimau. Ternyata saat ada mandi belimau, diundang artis keyboard (orgen) tunggal lalu joget-joget, itu yang haram.

Jangan sampai bilang nenek moyang kita tidak berilmu. Haram kalau laki-laki dan perempuan bukan muhrim mandi bersama di

sungai, ada orgen. Ini local wisdom, tidak ada kaitan lain. Kalau disebutkan tidak mandi (belimau) maka puasa tidak sah itu baru
tidak boleh," kata Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad mencontohkan peristiwa lain.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved