BangkaPosiana

Jangan Nilai Dambus Musik Kuno, Cak Mid Minta Tolong pada Generasi Muda

Wanda Sona adalah pemuda di antara orang tua yang menyukai dambus. Tak hanya sekadar menyukai, Wanda berkecimpung

Jangan Nilai Dambus Musik Kuno, Cak Mid Minta Tolong pada Generasi Muda
Bangka Pos/ Teddy Malaka
Wanda Sona 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – “Kami masih berjalan sendiri,” kata Wanda Sona Alhamd, pedambus muda asal Sungailiat Bangka melihat usaha pelestarian musik dambus di Bangka Belitung.

Ia berharap sekali musik dambus tak menjadi kuno lalu ditinggalkan.

Wanda Sona adalah pemuda di antara orang tua yang menyukai dambus. Tak hanya sekadar menyukai, Wanda berkecimpung dan menjadi seniman dambus.

Memiliki darah seniman dari sang ayah yang merupakan maestro Pertunjukan Seni Budaya dari Mendikbud, Wanda kini bagian dari keluarga seni di Bangka.

Melalui Sanggar Lawang Budaya, Wanda mengembangkan bakatnya. Bahkan di usia yang ke-37, Wanda memimpin Dewan Kesenian Kabupaten Bangka.

Sejak SMP, Wanda telah mahir memainkan alat musik petik senar itu. “Sebenarnya faktor lingkungan sangat menentukan, mengapa saya berkecimpun di seni dambus,” kata Wanda.

Wanda menilai dambus adalah aset daerah yang memiliki filosofi budaya yang sangat tinggi nilainya. Dambus menjadi simbol kehidupan di Bangka.

“Saya pribadi menilai dambus ini adalah aset daerah, punya nilai filosofi yang sangat banyak,”katanya.

Mengenai pengebangan seni dambus, Wanda menilai kesenian apapun mestinya punya nilai jual. Mestinya seni tersebut mendapat apresiasi yang layak di tengah masyarakat, termasuk dambus.

“Masa depan dambus tentunya tergantung bagaimana masyarakat memperlakukan seni ini.
Sudahkah pemerintah pemerintah mewajibkan kesenian dambus untuk tampil di tiap acara penting, adakah tempat khusus untuk para seniman dambus tampil di ruang publik,” kata Wanda.

Halaman
12
Penulis: teddymalaka
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved