BangkaPosiana
Jangan Nilai Dambus Musik Kuno, Cak Mid Minta Tolong pada Generasi Muda
Wanda Sona adalah pemuda di antara orang tua yang menyukai dambus. Tak hanya sekadar menyukai, Wanda berkecimpung
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Iwan Satriawan
“Dambus mestinya menjadi ikon daerah ini. Mewujudkannya perlu regulasi dari pemerintah daerah,
Cak Mid, sesepuh dambus asal Kenanga, Kecamatan Sungailiat yang punya inspiratif mengangkat kembali dambus selama hampir 3 dekade terakhir ini berharap betul pada generasi muda agar melestarikan musik dambus.
“Saya Abdul Hamid, usia saya hampir 70 tahun, saya mengharapkan sangat pada generasi muda kita, musik dambus inilah musik daerah kita, yang sudah dilestarikan, mohon dilestarikan, diangkat ke permukaan, supaya negara asing ataupun propinsi lain mengenal dambus, harus tahu musik dambus,” kata Cak Mid, Selasa (21/5/2019).
Beberapa cara dapat dilakukan agar Dambus tak ketinggalan zaman. Cak Mid bahkan telah melakukan kolaborasi dengan alat musik seperti keyboard dan biola dalam penampilannya sejak tahun 90an.
“Kita kolaborasi dengan musik keyboard dan biola. Itu dari dulu telah saya lakukan. Sekarang ini kolaborasi bisa kembali ditingkatkan,” katanya.
Ia mengatakan sangat berharap musik dambus tak menghilang seperti tahun 90an. Saat itu dia sangat sedih, dan mati-matian merintis dambus terangkat ke permukaan.
“Saya sangat sedih, orang tidak mau melirik. Saya berusaha mengangkat seni dambus ini,” kata dia.
“Pertama-rama angkat dambus di lingkungan kita sendiir. Dahulu saya melakukan itu, saya main di depan rumah, mengundang orang-orang. Selanjutnya saya meminta tolong ke Dinas Pariwisata, mengangkat dambus,” kata dia.(Bangkapos/Teddy Malaka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/wanda-sona-dambus-bangka.jpg)