Berita Pangkalpinang

RSBT Pangkalpinang Masih Tetap Rumah Sakit Type C Meskipun Pindah ke Gedung Baru

Saat ini Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang masih berstatus sebagai rumah sakit terakreditasi type C

RSBT Pangkalpinang Masih Tetap Rumah Sakit Type C Meskipun Pindah ke Gedung Baru
Bangkapos.com/Edwardi
Fither Romilado, Direktur Operasional dan Pengembangan Usaha PT Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) 

BANGKAPOS COM -- Saat ini Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) yang berlokasi di Pangkalpinang masih berstatus sebagai rumah sakit terakreditasi tipe C, meskipun tak lama lagi akan pindah ke gedung baru berlantai 8 dengan 168 kamar rawat inap namun status akreditasi tersebut masih tetap C.

"Dalam perencanaan yang dibuat manajemen PT RSBT, pembangunan gedung baru RSBT dalam rancangan bisnis rencananya sudah dikaji maksud dan tujuannya dengan baik sehingga diberikan investasinya dari para pemegang saham untuk dibangun lebih baik dan modern," kata Fither Romilado, Direktur Operasional dan Pengembangan Usaha PT Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), Senin (5/8/2019) di kantornya.

Dilanjutkannya, di gedung yang lama jumlah kamar rawat inap sekitar 160 tempat tidur dan di gedung baru juga hampir sama sekitar 160 tempat tidur.

"Kami hanya berupaya untuk memoderenisasi fasilitas bangunan dan supporting sarana dan prasarana penunjang medis tetapi layanan dan fasilitas lainnya sama dengan standar rumah sakit tipe C, jadi meskipun di gedung baru nanti tetap statusnya tipe C. Namun mudah-mudahan ke depan kita tetap berusaha untuk meningkatkan status type rumah sakit menjadi lebih baik," tukasnya.

Diungkapkannya, apabila nanti gedung baru RSBT sudah dimanfaatkan, maka fasilitas gedung yang lama akan dihentikan sambil menunggu tim pengembangan usaha di kantor pusat untuk membuat beberapa alternatif rencana usaha baru.

"Tapi untuk fasilitas bangunan lama rawat inap sebagian besar masih kita manfaatkan, karena selama ini RSBT terutama satu tahun terakhir ini jumlah tempat tidur yang tersedia dengan jumlah pasien yang membutuhkan rawat inap itu seringkali over (lebih) atau 100 persen terisi penuh. Karena itu nanti sebagian besar ruang rawat inap gedung lama masih kita pakai, meskipun sudah ada gedung baru sehingga tidak ada lagi kejadian menolak pasien gara-gara tempat tidur penuh," imbuhnya.

Dijelaskan PT RSBT sebagai anak perusahaan PT Timah Tbk memiliki tanggungjawab sosial (corporate social responsibility) di bidang kesehatan, sehingga sangat sensitif juga bila tidak bisa melayani masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan layanan kesehatan.

"Yang namanya rumah sakit itu pantang menolak pasien namun kadang apa daya ruangan inapnya sudah penuh, karena itu kita membangun gedung baru ini sebagai bukti komitmen PT Timah untuk masyarakat di Babel," tukasnya. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved