Seputar G30S/ PKI (2): Inilah Bedanya PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme
Dari film berdurasi 4 jam 31 menit itu kita tahu bahwa PKI adalah kelompok kejam dan brutal yang menyiksa para jenderal di tahun 1965.
Penulis Nibras Nada Nailufar | Editor Heru Margianto
Ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya. Sebelum melanjutkan membaca silakan baca serial pertama.
___________________
SEBAGIAN dari kita mungkin masih ingat ledek-ledekan semasa kecil, "Bapak lu PKI ya?".
Kita tak tahu apa itu Partai Komunis Indonesia (PKI), kecuali dari film Pengkhianatan G30S/PKI.
Dari film berdurasi 4 jam 31 menit itu kita tahu bahwa PKI adalah kelompok kejam dan brutal yang menyiksa para jenderal di tahun 1965.
PKI adalah momok yang tak hidup, tapi tak mati pula.
Di warung kopi, aksi demo, hingga di kantor-kantor pemerintahan, selalu ada orang yang mengingatkan bahayanya "disusupi PKI".
Tapi apa sih sebenarnya PKI itu?
Benarkah PKI adalah pengkhianat yang ingin menghancurkan Indonesia?
Jangan bayangkan PKI seperti sekelompok pemberontak bersenjata yang ingin menggulingkan pemerintahan. Bayangkanlah PKI seperti partai-partai yang berkuasa sekarang.
Ya, pada zamannya, PKI adalah partai penguasa. Kader-kadernya menduduki kursi dewan dan kursi pejabat.
Di puncak kejayaannya, jumlah anggotanya mencapai 3,5 juta. Belum termasuk kader muda dan simpatisannya di seluruh Indonesia.
PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme
Baik kita jernihkan dulu beberapa terminologi yang kerap dicampuradukkan dan membuat kebingungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sampul-film-g-30-s-pki_20170929_224215.jpg)