Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ngaku Hidup di Kampung Sepi, Remaja Ini Ngarang Kisah Heboh Diculik di Taman Sari Pangkalpinang

Pengen hidup bebas di Kota Pangkalpinang, remaja di Kabupaten Bangka ini mengaku disekap dan diculik

Penulis: Yuranda | Editor: khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -Sempat dikabarkan diculik oleh 10 orang tak dikenal, remaja bernama Sulastri (19) Warga Balau, Kabupaten Bangka ini ternyata diketahui berbohong kepada anggota Kepolisian.

Hal ini setelah Tim Opsnal Polres Pangkalpinang, yang dipimpin oleh Kanit Buser Aiptu Mardi Bule melakukan penyelidikan lebih dalam.

Sulastri diketahui mengarang informasi dirinya telah diculik dan disekap oleh sekelompok orang. Tapi ternyata info tersebut ia karang sendiri karena ingin hidup bebas. Sulastri merasa selama di kampung ia kesepian. 

"Pengen hidup bebas, di kampung sepi, " ujar Sulastri, saat ditanya Bangkapos.com, di ruangan Unit Buser Polres Pangkalpinang, Jumat (20/12/2019) malam.

Kabar Sulastri diculik bersama temannya Sari dan Mika terungkap berawal dari Sulastri bersama Amir pacarnya melaporkan ke pihak kepolisian bahwa dirinya diculik. Sebelumnya juga Amir mengaku kakak angkat Sulastri, namun kebohongan keduanya terungkap.

Petugas Amankan 235,1 Kg Daging Sapi Beku Eks Impor di Pangkalbalam yang Dibeli Lewat Toko Online

Menurut keterangan palsu Sulastri itu, ia bersama kedua temannya itu disekap di rumah kosong di Jalan Pahlawan 12 Kelurahan Keramat, Pangkalpinang Kamis, (19/12/2019) malam pukul 20.00 Wib. 

Pada waktu itu, masih dalam karangan ceritanya mereka bertiga sedang santai di taman Wilhelmina Park atau Tamansari Pangkalpinang. Tiba-tiba ada yang menelpon, dan Sari memberitahukan keberadaan mereka saat itu.  Lantas penculik datang dan menarik tangan cewek-cewek tersebut dengan paksa, bahkan mereka mengaku terjatuh saat diseret dari tangga.

"Kami dipaksa dan ditarik oleh penculik itu. Saya diseret jatuh dari tangga, " ujar Sulastri menjelaskan ulang kronologi kisah bohong mereka.

lanjutnya, setelah itu mereka dibawa ke dalam mobil Avanza warna hitam, ia juga mengatakan di dalam mobil tersebut berisi 13 orang, pada saat itu mereka berteriak, namun mereka diancam.

"Sopirnya yang mengancam kami bila teriak, katanya kami mau dibunuh bila teriak, saya bersama teman saya Mika dan Sari," kisahnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved