Sabtu, 11 April 2026

Berita Pangkalpinang

BKSDA Bangka Belitung Angkat Bicara Terkait Konservasi Rangkong hingga Ciri-cirinya

Sebaran Rangkong Hitam atau Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus) dari Thailand, Malaysia, Brunei, hingga Indonesia (Sumatera Kalimantan).

Gakkum KLHK Sumatra
Rangkong hitam yang dilindungi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Upaya konservasi satwa jenis burung Rangkong, terus dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangka Belitung. 

Menurut Kepala BKSDA Babel, Septian Wiguna, pada tahun 2016 lalu, pihaknya bersama Animal Rescue Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi, sebelumnya pernah melakukan upaya konservasi dengan melepasliarkan satwa jenis burung Rangkong di Hutan Pelawan Namang, Bangka Tengah.

Selain itu, BKSDA juga melakukan konservasi dengan mengonservasi habitat asli dari Rangkong yang semakin hari kian sedikit.

"Karena jenis ini di alam, memerlukan pakan yang melimpah dan ada sepanjang tahun. Buah seperti Pala (Myristica spp.) dan Beringin (Ficus spp.) sangat dia sukai," jelasnya.

Sementara itu, Rangkong memang bukan termasuk satwa endemik Bangka Belitung.

Septian Wiguna menuturkan sebaran Rangkong Hitam atau Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus) dari Thailand, Malaysia, Brunei, hingga Indonesia (Sumatera Kalimantan).

"Sebaran Rangkong ini cukup luas. Di Kalimantan dan Sumatera termasuk Bangka Belitung, jenis ini juga ada," ungkapnya.

Septian juga menuturkan, Rangkong atau Kangkareng Hitam ini, termasuk jenis Burung besar dengan panjang tubuhnya sekitar 60 sampai 65 cm.

Rangkong/Kangkareng Hitam memang sebagian besar tubuhnya berbulu Hitam. Untuk membedakan jantan dan betinanya adalah dengan melihat paruhnya.

"Banyak yang tidak tahu Rangkong burung apa. Ini karena memang sangat sulit menjumpai jenis ini di alam. Sebagai informasi untuk jantan memiliki paruh berwarna putih sedangkan betina memiliki paruh kehitaman. Cukup mudah mengenal Rangkong, yakni dari Paruhnya yang besar," pungkasnya.

Pelaku Pemburuan burung Rangkong
Pelaku Pemburuan burung Rangkong (Istimewa Gakkum KLHK)

Sebelumnya warganet beri berbagai komentar berisi ketidaktauan mengenai jenis burung Rangkong satwa dilindungi ada di hutan kawasan Bangka Belitung setelah insiden pengamanan pelaku penembakan Rangkong.

Akun Facebook Adhie Barbara menulis : Masa ada burung ini di Bangka? Baru tau ku.

Akun Facebook Nurahmad Darmawan: Di Bangka ade ok burung ni, yang ku tau di Aceh dan Kalimantan yang ada

Akun Facebook Inu Irawan : Daerah mane ade burung ni?

Dari komentar warganet tersebut, ada satu warganet yang berkomentar mengenai ketidaktauan masyarakat mengenai apa saja satwa dilindungi.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved