Berita Pangkalpinang
Susanti Sebut Ajak Anak Bekerja Seperti Memulung dan Meminta-Minta Termasuk Eksploitasi
Pemulung bawa anak memulung di Kota Pangkalpinang tak dibenarkan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Provinsi Babel
Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
"Dari pada membawa kotak ke lampu merah nanti berlari-lari minta sumbangan, ini berbahaya bagi mereka kesannya eksploitasi anak-anak, menjadi kesempatn untuk minta-minta,"lanjutnya.
Susanti, juga mengajak bersama-sama bagaimana untuk penduduk yang menggangu kenertiban, bila bukan dari Babel dipulangkan saja, tergantung kebijakan nantinya.
"Mari upayakan fokus perlindungan anak jangan dibiarkan menjadi gelandangan dan mulung kita terlitbkan bagaimana,"tukasnya.
Menurut, Susanti perlu ada sanksi tegas terhadap orangtua yang mengajak anaknya mencari nafkah dengan memulung.
"Kalau sudah diajak mereka ditegur, karena mereka membanwa anak dikenakan sanksi harus kembali ke rumahnya, kalau tidak tegas seprti itu akan terus mebawa anaknya,"tegasnya.
Ia menjelaskan, pihak dari Kabupaten/ Kota memiliki kewenangan masing masing, terkait menyelesaikan persoalan ini.
"Dugaan ada terkoordinir, siapa yang menyuruh mereka, saya mikir memanfaatkan anak-anak kayak di Pangkalpinang jual-jualan itu, kayaknya di suruh ada orangnya, tetapi ini dugaan, baiknya ditanyakan ke anak itu, dikumpulkan kita lihat ada yang berani tidak, ada yang panik tidak,"tukasnya
Susanti juga berharap semua pihak harus peduli untuk mewujudkan daerah Provinsi Bangka Belitung ini layak anak.
"Masih adanya pemandangan anak-anak jadi pemulung, minta-mibta di jalan itu termasuk eksploitasi apapun bentuknya mari kita hanpuskan di Negeri Serumpun Sebalai ini sebagai upaya kita mewujudkan, daerah layak anak, karena mereka aset bangsa,"tegasnya
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/berencana-dp3acskb.jpg)