Virus Corona
Virus Corona, SARS dan MERS Ternyata Mirip, Ini Tingkat Bahayanya dan Waspadai Gejala Ini
gejala umum bagi orang yang terinfeksi, seperti demam, batuk, kelelahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, hemoptisis, dan diare
BANGKAPOS.COM, -- Dunia saat ini khawatir mewabahnya virus corona jeni baru yakni Novel coronavirus ( 2019-nCov) .
Virus yang menghebohkan dunia ini berasal dari Wuhan, China telah menewaskan 42 orang.
Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah. Apalagi sampai saat ini belum ditemukan obatnya.
Hingga saat ini tercatat sudah 14 negara yang tertular oleh virus ini.
Diketahui, Novel coronavirus (2019-nCov) merupakan virus penyebab penyakit saluran pernapasan di mana virus ini masih satu keluarga dengan virus SARS dan MERS.
BACA JUGA: Wabah Virus Corona Menyebar, Kota Wuhan Ditutup, Komisi Kesehatan China Sampai Kewalahan
Meski mirip, apakah ketiganya sama-sama berbahaya?
Salah satu dokter spesialis Mikrobiologi Klinik dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM, dr. R. Ludhang Pradipta R., M. Biotech, Sp.MK mengungkapkan, virus 2019-nCov saat ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut untuk bahaya yang ditimbulkan.
Meskipun demikian, virus ini sudah membunuh 41 orang di China.
"Sejauh ini untuk yang nCoV masih belum bisa dipastikan apakah ini berbahaya atau tidak, masih dalam penelitian lebih lanjut," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (26/1/2020).
Baca juga: Kabar Terbaru, Korban Virus Corona Bertambah Jadi 56 Orang, Jepang Sewa Pesawat Evakuasi Warga
Berdasarkan situs realtime gisanddata.maps.arcgis.com, imbuhnya virus 2019-nCov telah menewaskan 42 orang dari 1.438 kasus dan diindikasi masih akan terus bertambah.
"Sedangkan angka kematian SARS-CoV sebesar 10 persen dan MERS-CoV sebesar 37 persen," terang dokter yang juga salah satu anggota dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) ini.
Ia menjelaskan, dalam situs realtime tersebut laporan kasus meninggal sejauh ini hanya terjadi di China saja.
Menurutnya, belum ada laporan dari negara-negara yang melaporkan ada kasus dan sudah terkonfirmasi corona.
"Sejauh ini, per hari ini saya update, belum ada laporan korban meninggal di luar China," ujar Ludhang.
Ciri SARS, MERS, dan 2019-nCov
Berdasarkan jurnal pengobatan umum mingguan di Inggris, The Lancet, merilis penjelasan terkait tanda dan gejala dari ketiga jenis virus yang menyerang saluran pernapasan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/virus-corona-penyebab-pneumonia.jpg)