Breaking News:

Pakar Herpetologi Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra

Pakar Herpetologi LIPI Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra

Editor: khamelia
Dokumentasi Pribadi Roni Kurniawan
Pakar Herpetologi LIPI Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra. Ice (27) asal Desa Mentulik, Kabupaten Kampar, Riau, sedang bercengkerama dengan dua ekor king kobra di depan rumahnya. 

BANGKAPOS.COM--Pakar Herpetologi LIPI  Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra

Pakar herpetologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy angkat bicara soal aksi Norjani, pawang ular asal Desa Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, berujung maut.

Amir juga menjelaskan kesalahpahaman yang menyebut ada orang yang kebal alias tidak mempan terhadap racun bisa king kobra.

Amir mengimbau masyarakat agar menyadari ular king kobra adalah hewan liar yang berbahaya.

"Ular king kobra merupakan jenis top predator, yang memiliki bisa berbahaya dan karakteristik unik.

Pada dasarnya, ular itu bukan untuk dipelihara layaknya ayam atau anjing," kata Amir saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (28/1/2020).

Amir menjelaskan, belajar dari kasus Norjani, masyarakat perlu memahami karakter dan bagaimana harus bersikap ketika mendapat gigitan ular tersebut.

"Sebagai top predator, king kobra sebagian besar memangsa ular, atau bisa juga biawak dan hewan lainnya.

Untuk itu, populasinya sering ditemukan di dalam hutan atau jauh dari pemukiman warga," katanya.

"Lalu, yang kedua adalah kemampuan dry bite dari king kobra.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved