Pakar Herpetologi Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra

Pakar Herpetologi LIPI Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra

Editor: khamelia
Dokumentasi Pribadi Roni Kurniawan
Pakar Herpetologi LIPI Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra. Ice (27) asal Desa Mentulik, Kabupaten Kampar, Riau, sedang bercengkerama dengan dua ekor king kobra di depan rumahnya. 

Pada saat atraksi itu, kobra menggigit tangan sebelah kanan dan kening Norjani.

Setelah digigit, atraksi dihentikan dan Norjani dilarikan ke klinik.

Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

"Sekitar pukul 18.30 korban di bawa ke klinik susteran yang terletak di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak dan sempat ditangani.

Tetapi nyawa korban tidak tertolong dan korban meninggal dunia," ujar Dede.

Namun, bagaimana nasib ular tersebut kini?

Dede mengatakan, pascamenggigit dan menewaskan Norjani, ular king kobra sepanjang 5 meter itu dibunuh oleh keluarga korban.

"(Ularnya) sudah dibunuh sama keluarganya," kata Dede.

Dede menerangkan, berdasarkan keterangan keluarga, ular itu ditemukan Norjani seminggu yang lalu.

"Korban itu biasa pelihara binatang, termasuk ular kobra," ujar Dede.

Selain itu, di Desa Pak Utan, Norjani dikenal pula sebagai dukun kampung atau biasa mengobati warga-warga sakit dengan teknik tradisional.

"Ya memang pandai mengobati orang dengan teknik tradisional atau dikenal sebagai dukun kampung," ungkap Dede.

Habitat Ular kobra mudah ditemukan daerah tropis, Afrika Selatan, kemudian ke pulau-pulau di Asia.

Di Indonesia, ular kobra banyak ditemukan di tengah hunian warga saat ini.

Di Indonesia, ular kobra cenderung berwarna hitam atau coklat tua.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved